Ade Rai : “Metode Pengencangan Otot Dapat Meningkatkan Kapasitas Otot untuk Menyimpan dan Membakar Kalori”

Pada hari Kamis, 31 Januari 2019, Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia mengadakan Kuliah Umum bertema  “Tingkatkan Kecerdasan Sehat Anda Menuju Indonesia Sehat dan Kuat”. Pembicara tunggal dalam kuliah umum ini adalah Ade Rai, tokoh binaragawan Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA., mengungkapkan bahwa UKI sedang menjajaki prospek kerja sama dengan Ade Rai dalam hal pengembangan sarana-prasarana kebugaran.

“Saat saya baru terpilih sebagai rektor, saya langsung panggil Ade untuk mampir ke UKI. Setelah diamati secara postur, mahasiswa UKI sudah memiliki postur-postur yang sehat. Namun harus dijaga. Sedangkan kita belum memiliki sarana-dan prasarana kebugaran. Kita harapkan dalam dua atau tiga tahun ke depan, tersedia sarana dan prasarana tersebut,” tutur Dr. Dhaniswara.

Dalam pemaparannya, Ade Rai mengungkapkan tentang kecerdasan sehat. Pria bernama lengkap I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai ini memberikan definisi sehat versinya.

“Sehat itu adalah kemampuan kita untuk menciptakan kesenangan pada organ tubuh kita. Bila kita menyikat gigi, yang senang adalah gigi kita. Bila kita keramas, yang senang adalah rambut kita,” tutur pendiri pusat kebugaran Klub Ade Rai & Rai Fitness ini.

Menurutnya, kegagalan dalam menyenangkan organ tubuh sendiri, menyebabkan sakit. Sakit terbagi dua, yaitu invasif dan kronis. Invasif adalah yang melibatkan faktor luar, misal kecelakaan, atau penganiayaan. Namun kronis adalah akibat akumulasi dari perilaku kita terhadap tubuh.

“Bila penyakitnya infeksi, pendekatan penanganannya adalah infeksi. Misal sakit flu, diberi obat flu, diberi antibiotik, sampai sakitnya kalah dengan obatnya, lalu dinyatakan sembuh. Namun jika penyakitnya darah tinggi, menyembuhkannya bukan dengan pendekatan yang sama, diberikan obat penurun tekanan darah, melainkan dengan pendekatan perilaku, misalkan, mengurangi konsumsi gula dan karbohidrat,” papar Duta Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat ini.

Beliau juga memaparkan pelatihan untuk menjadikan tubuh menjadi mesin pembakar kalori.

“Banyak orang di Indonesia salah paham, berusaha membakar kalori dengan kardio, sedangkan dalam satu menit berolahraga saja hanya 5-10 kalori yang terbakar. Tidak akan terkejar, karena segelas es teh manis saja kalorinya hampir 300,” ujar Ade Rai.

Ade Rai memberikan kuliah umum di UKI dengan tema ‘ Tingkatkan Kecerdasan Sehat Anda Menuju Indonesia Sehat dan Kuat”.

Menurut Ade, melalui metode pengencangan otot, tubuh meningkatkan kapasitas otot untuk menyimpan dan membakar kalori. Pengencangan otot di antaranya adalah plank dan latihan beban.

“Dalam berlatih, yang dibakar itu adalah gulanya dulu, setelah 25 menit, baru tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi,” cetusnya.

Event ini diakhiri dengan pembagian sertifikat dan doorprize.