Alifah Nuranti, S.Psi., MPH.: Remaja yang Cerdas Adalah yang Mampu Merencanakan Masa Depannya

“Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya.

Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Kutipan dari Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno tersebut menegaskan pemahamannya akan potensi orang-orang muda. Tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa pemuda adalah aset bangsa. Di tangan orang-orang mudalah kemajuan atau kemunduran suatu bangsa bertumpu.

IMG_3792
Suasana sosialisasi Program Generasi Berencana (GenRe) yang diadakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Ruang Rapat Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI),

Dengan pemahaman yang sama, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Tingkat Provinsi  DKI Jakarta mengadakan sosialisasi Program Generasi Berencana (GenRe). Kegiatan tersebut diadakan di Ruang Rapat Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI), pada hari Rabu, 4 Mei 2016, pukul 09.00-12.00 WIB. Kegiatan sosialisasi ini merupakan rangkaian program BPMPKB yang diadakan bergilir di wilayah DKI Jakarta sejak 25 April 2016 lalu.

Pembicara dalam sosialisasi ini adalah Alifah Nuranti, S.Psi., MPH., dari Direktorat Bina Ketahanan Remaja BKKBN. Beliau memaparkan program GenRe, yang bertujuan untuk melahirkan generasi yang dapat menunda usia perkawinan, berperilaku sehat, terhindar dari risiko seksualitas, HIV/AIDS, dan penyalahgunaan narkotika. Ini adalah upaya negara untuk menciptakan model keluarga berkualitas dengan cara membidik 84 juta generasi muda di rentang usia 15-24 tahun.

“Di Indonesia, kami inginnya remaja memenuhi standar Youth Wellbeing Index,” paparnya. Beliau lalu menjelaskan standar komparatif yang terdiri dari 6 poin itu: Kesehatan, Pendidikan, Kesempatan Ekonomi, Keamanan dan Keselamatan, Informasi-Komunikasi-Teknologi, dan Kemampuan Bermasyarakat.

IMG_3802
Salah satu mahasiswi mengajukan pertanyaan kepada BPMPKB

Inti dari GenRe adalah menciptakan generasi yang mampu merencanakan masa depannya sendiri. Moral, tingkat pendidikan, dan lingkungan bergaul selama ini memberi pengaruh yang sangat besar bagi pembentukan masa depan remaja. Remaja harus mengetahui konsekuensi dari hal-hal negatif yang dapat dibawa ketiga faktor tersebut. Kesehatan reproduksi, seks bebas, penyalahgunaan narkotika, pornografi, menjadi hal-hal signifikan yang dibahas di dalam sosialisasi ini.

“Remaja yang cerdas adalah remaja yang mampu merencanakan masa depannya,” tegas Alifah. Sosialisasi ini mendapat tanggapan positif berupa pertanyaan dan opini dari para mahasiswa UKI yang hadir. Salah satunya menanyakan sebabnya penggunaan narkoba di kalangan orang-orang yang berpendidikan tinggi. Alifah kemudian memaparkan jawabannya bahwa standar nilai dan moral mengalami degradasi, sehingga menciptakan perilaku berisiko oleh manusia. Frontal cortex, bagian yang mengatur nilai-nilai dan moral di otak manusia bisa jadi telah dirusak oleh berbagai hal, misalnya pornografi.

Kegiatan yang dihadiri oleh 27 mahasiswa UKI ini diakhiri dengan penyerahan plakat dan foto bersama dengan pembicara.

 

(Jeh)