Alumni Dorong Mahasiswa UKI Menjadi Atlet Karate

JAKARTA-REPORTER       Sejak tahun 1970 Universitas Kristen Indonesia sudah mendominasi berbagai kejuaraan olahraga antarmahasiswa maupun antarperguruan tinggi. UKI menghasilkan atlet karate di tingkat nasional dan internasional di tahun 1980-an. Di tahun 2018 ini, Alumni UKI mendukung kegiatan olahraga, khususnya karate di lingkungan kampus UKI. Karate merupakan salah satu seni bela diri populer di dunia yang berasal dari negeri  Jepang. Jenis bela diri ini menekankan pada kemampuan menghalau lawan dengan tangan kosong tanpa bantuan senjata apapun.

Salah satu alumni Fakultas Ekonomi UKI angkatan 1979, Denny Tumiwa, menjadi Koordinator Pelatih Karate.  “Kami ingin UKI memiliki kembali Badan Olahraga dan Seni yang mengelola semua kegiatan olahraga UKI. Setiap pimpinan fakultas diharapkan mendorong mahasiswa mengikuti kegiatan karate.  Olahraga karate dapat membangun ketahahanan tubuh. Mahasiswa dapat memiliki jiwa dan raga yang sehat dan memberikan kontribusi positif selama beraktivitas di kampus,” ujar Denny Tumiwa.

Denny Tumiwa (Alumni UKI) Karateka DAN 5 dari Shotokan Karate-do International Federation (SKIF)

Menurut mantan atlet karate nasional dari tahun 1983 hingga 1990 ini, olahraga karate dapat membangun rasa percaya diri seorang mahasiswa dalam aktivitas perkuliahan atau pekerjaannya. Kecerdasan emosi (emotional quotient) dapat terasah dengan berlatih karate. Keberhasilan kecerdasan emosi dan kecerdasan intelektual mahasiswa dapat diterapkan dalam pergaulan di kampus. Denny Tumiwa sendiri mengakui keikutsertaannya dalam olahraga Karate di UKI yang membuatnya menjadi Juara 1 Kejuaraan Nasional Karate tahun 1983-1990.

Para alumni FE UKI tahun 1979 yang sudah memulai latihan karate dan akan menjadi pelatih karate mahasiswa UKI ialah Anggiat Mangapul, Rudy Siahaan, Reza Mamesa, dan Erol Moniaga. Latihan Karate dilaksanakan setiap hari Rabu, di Lobi Gedung AB pada pukul 16.00 – 18.00. Nantinya Karate akan menjadi salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa UKI. Berbagai perlengkapan karate akan disediakan seperti matras dan makiwara.

Denny Tumiwa sendiri ialah Karateka DAN 5 dari Shotokan Karate-do International Federation (SKIF). Ia menjelaskan mahasiswa tidak perlu ragu untuk mengikuti karate. Di awal latihan, karateka pemula akan dilatih teknik Kihon atau gerakan dasar dari karate. Lalu selanjutnya akan diajarkan berbagai jurus (Kata) dan pertarungan (Kumite). Ada enam tingkatan sabuk karate yaitu sabuk putih, sabuk kuning, sabuk hijau, sabuk biru, sabuk coklat dan sabuk hitam.