Ancaman dan Strategi Penanggulangan Terorisme di dunia dan di Indonesia

JAKARTA-REPORTER Kamis, 23 Maret 2017 Center for Security and Foreign Affairs Studies (CESFAS) Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UKI menyelenggarakan acara seminar dan bedah buku berjudul “Ancaman dan Strategi Penanggulangan Terorisme di Dunia dan di Indonesia”, bertempat di Ruang Video Conference Lantai 2, Gedung AB, Kampus UKI Cawang, Jaktim.

Seminar ini secara resmi dibuka langsung oleh Rektor Universitas Kristen Indonesia, DR. Maruarar Siahaan, S.H.

“Saya berpendapat, judul ini sangat penting karena dunia secara global diancam oleh masalah terorisme, baik kecil mapun besar. Buku ini membuat pencerahan untuk bisa menanggulangi terorisme, dan saya kira dunia sekarang ini tidak ada satu pun yang bebas dari problem terorisme,” ucap Rektor dalam sambutannya.

Setelah mendengar sambutan Rektor, Seminar dimulai dan dimoderatori oleh Indah Novita Sari, M. Si., yang juga merupakan salah satu co-writer dari buku yang akan dibedah. Buku Ancaman dan Strategi Penanggulangan Terorisme di Dunia dan di Indonesia ini ditulis oleh Sri Yunanto, Ph.D (dari Kelompok Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), dan dua orang co-writer, yakni Indah dan seorang lagi adalah Dekan FISIPOL UKI, Angel Damayanti, M.Si.

Ketiga penulis tersebut hadir di tempat seminar, namun yang menjadi narasumber seminar dan bedah buku adalah Sidratahta Mukhta, M. Si., (Kaprodi Ilmu Politik) sebagai Penanggap, Angel Damayanti, M. Si. (Penulis dan Dekan FISIPOL UKI), Munajat, Ph. D (Kantor Staf Kepresidenan) sebagai penanggap, dan Irjen.pol. Drs. Boy Rafli Amar, namun beliau berhalangan hadir.

Sesi pertama Seminar dimulai dengan pemaparan tentang buku oleh Angel Damayanti, M. Si., Dekan muda dan cantik ini menjelaskan latar belakang penulisan bukunya. Menurut Angel, motivasi mereka menulis buku tersebut adalah karena penanggulangan terorisme melibatkan berbagai Kementerian dan Lembaga terkait dan masyarakat sehingga perlu sinerjitas dan koordinasi serta penyamaan persepsi. Kedua, partisipasi masyarakat, diperlukan informasi kepada masyarakat tentang dinamika ancaman dan strategi yang telah dilakukan oleh pemerintah negara-negara di dunia dan di Indonesia, dan meningkatkan kewaspadaan.

Munajat, Ph.D dari Kepresidenan pun turut menyampaikan tanggapanya mengenai buku tersebut,

“Aksi terorisme masih terus ada, meski program penanggulangan pun juga terus dikerjakan. Buku ini (data-data dan analisis), sangat baik dijadikan pijakan dalam memperbaiki strategi pemerintah dalam menanggulangi terorisme,” tutur Munajat, Ph.D.

Di akhir seminar, penulis utama buku Ancaman dan Strategi Penanggulangan Terorisme di Dunia dan di Indonesia, Sri Yunanto, Ph. D menyampaikan kata-kata penutupnya,

“Buku ini memang untuk dikritisi, buku ini sebenarnya ditulis secara tidak sengaja ketika kami dulu menulis untuk BNPT. Akhirnya, saya berpikir rakyat juga harus tahu, sehingga ditulislah buku ini,” pungkas Sri Yunanto, Ph. D.

(jeh/lis)