Asian Young Designer Award: YOU FOR TOMORROW!

JAKARTA-REPORTER.uki.ac.id Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia bekerja sama dengan Nippon Paint Indonesia menggelar Roadshow dan Sosialisasi Kompetisi AYDA (Asian Young Designer Award) 2017, salah satu dari rangkaian kegiatan Workshop Arsitektur pada Kamis (27/04) di Ruang Sidang FT UKI , Kampus UKI Cawang.

Dalam sambutannya, Kepala Program Studi Arsitektur, Ir. Bambang Erwin, M.T., mengatakan kegiatan ini sangat penting dan menarik khususnya bagi mahasiswa/i Arsitektur.

“Kita rekan-rekan arsitek sangat erat kaitannya dengan masalah penggunaan cat warna. Kami berterima kasih kepada Nippon Paint yang sangat care kepada mahasiswa dan diharapkan bisa mengerti karena memang dalam prakteknya memilih warna itu sulit, baik dari jenis warna yang sangat banyak sekali dan brand-nya juga pasti mempunyai spesifikasi masing-masing,” kata Bambang.

Setelah mendengar sambutan Kaprodi Arsitektur, Perwakilan dari Nippon Paint, Pinashti Sakanti, menyampaikan pengantar sebelum memulai presentasi.

“AYDA merupakan kompetisi tahunan kami. Tahun ini adalah tahun yang spesial bagi kami karena kompetisi ini sudah berlangsung selama 10 tahun. Ajang ini tidak hanya sekedar kompetisi, tetapi nantinya finalis dibimbing melalui coaching session oleh para profesional di bidang arsitek dan desain interior dari dalam negeri dan juga luar negeri, ” ucap Pinashti Sakanti

AYDA (Asian Young Designer Award) melibatkan peserta dari institusi pendidikan resmi di 15 negara Asia, salah satunya Indonesia.

“Kompetisi ini adalah salah satu bentuk komitmen kami yang ingin membimbing kalian para bibit-bibit muda arsitek dan interior designer menjadi top designer of Indonesia yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional. Kami menyediakan platform untuk mempertunjukkan kemampuan desain kalian, menyediakan mentor sekaligus juri yang artinya membuka networking dengan top professional. Inilah bukti kesungguhan kami, “ lanjut Pinashti.

Apa keuntungan yang membedakan kompetisi AYDA ini dengan kompetisi desain lainnya?

Pertama, Exposure, para finalis dan universitas akan masuk di media nasional dan juga internasional. Kemudian, pemenang AYDA dari setiap negara, termasuk Indonesia akan dipertemukan di satu negara untuk berkompetisi di tingkat regional. Kedua, Exchange, finalis berpeluang untuk bertukar ide dengan mahasiswa dari negara lain untuk mengukur kreatifitas finalis dan mempelajari proyek-proyek mereka.

“Tidak kalah menarik, kalian akan mendapatkan kesempatan internship di perusahaan luar negeri dan berpeluang untuk mendapatkan full time position,” tambahnya.

Tema yang diangkat dalam Kompetisi AYDA 2017 adalah You For Tomorrow: Future Living, As Envisioned Today.

“Kalian diminta untuk menciptakan trend baru saat ini yang mampu mempertahankan relevansinya di masa depan dengan membuat future proof design. Maksudnya, desain kalian merupakan desain berkelanjutan yang bisa beradaptasi di masa mendatang karena kebutuhan mulai berbeda, teknologi mulai berbeda, dan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi di masa mendatang,” jelas Pinashti.

Di akhir presentasinya, sambil mengundang seluruh mahasiswa untuk berpartisipasi, Pinashti Sakanti menambahkan agar para peserta memasukkan unsur khas Indonesia yang menjadi nilai tambah dalam desain mereka di tingkat internasional nanti.

(nin)