“Be Creative, Be Productive !”

JAKARTA-REPORTER Jumat, 2 Juni 2017, Biro Kemahasiswaan (BKMA) UKI menggelar talkshow bertajuk “Be Creative, Be Productive” di Aula Grha William Soeryawidjaja, FK UKI, Cawang, yang bermanfaat menambah semangat mahasiswa/i Universitas Kristen Indonesia untuk berpikir kreatif dan inovatif, bahkan mampu berkreasi mengembangkan usaha dengan ide yang kreatif.

BKMA mengundang Mariaman Purba S.H., M.H., (Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Ekonomi Kreatif – BEKRAF Indonesia), Ifa Alif (Co-Founder Startup IT, Kwikku.com), dan Mario Adi (Founder Klik Drink & Owner Bekasi Food on Instagram) sebagai narasumber.

Dr. dr. Gilbert Simanjuntak, Sp. M(K)., Wakil Rektor Bidang Akademik UKI, menyampaikan apresiasi dalam sambutannya, “Melalui acara ini, kita berharap lulusan UKI menjadi lulusan yang baik, tidak hanya punya gelar tapi memiliki skill dan ide untuk memajukan perusahaan. Be creative, be productive! Bagi UKI, kegiatan seperti ini harus tetap bergulir sehingga dapat memberi nilai tambah mahasiswa menjadi lebih berkualitas.”

Sesi pertama talkshow dimulai dengan presentasi Mariaman Purba yang disusul oleh Ifa Alif.

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia merupakan lembaga pemerintah yang mendukung dan berperan sebagai wadah ide dan gagasan kreatif dalam bentuk apapun.

“Saat ini, BEKRAF Indonesia sudah memfasilitasi produk unggulan seperti produk kerajinan tangan, kuliner, dan fesyen. Produk prioritas di antaranya film, aplikasi game, dan musik,” kata Mariaman.

“Lalu, bagaimana cara membangun kreatifitas itu? Pertama, ikut dalam satu komunitas kreatif. Kedua, miliki produk kreatif dan daftarkan kepada kami. Kami akan fasilitasi kalian. Ketiga, jangan pernah malu untuk mencoba, teruslah latih kreatifitas kalian,” tambahnya.

Ifa Alif, salah satu pemilik startup aplikasi digital kwikku.com pernah meraih juara 3 dalam kategori Pengembangan Perangkat Lunak di tahun 2014 yang di-mentoring langsung oleh BEKRAF. Ia mengaku sebagai anak muda yang sudah mampu membangun perusahaan adalah motivasi besar baginya untuk terus menghasilkan karya kreatif.

“Sukses itu diawali dari sesuatu yang kecil dan harus berjuang. Pertanyaannya, apa sih sesuatu yang memiliki daya cipta dan berguna ? Pastikan kreatifitas itu harus bermanfaat dan dibutuhkan orang lain.” katanya. Dalam sesi diskusi, Ifa juga membocorkan kiatnya mendapat investasi, “Jangan gampang menyerah. Percayalah, yang membunuh ide kreatif itu adalah ketika kita menyerah. Rajin follow up dan menghubungi investor, dan bangun relasi yang baik dengan melakukan diskusi,” ujarnya.

Alif merasakan dengan adanya fasilitas BEKRAF, produk yang dia hasilkan lebih memiliki value dan sangat membantunya dalam berkarya.

Selanjutnya, di sesi kedua Hulman Panjaitan, S.H., M.H., yang berkecimpung di bidang Hukum, menyampaikan pendapatnya tentang pelaku usaha kreatif dan konsumen. Beliau berpendapat bahwa saat ini banyak bisnis usaha bergerak di dunia maya yang sering disebut bisnis jual beli online.

“Sebelum Anda menjadi pelaku usaha online, Anda harus berusaha melindungi konsumen. Artinya, usaha kalian harus jelas dan konsisten. Jangan ada yang dirugikan,” ujar Hulman.

Mario Adi, narasumber sekaligus pengusaha yang menggeluti bisnis online yaitu “Bekasi Food” juga bercerita. Di awal bisnis Bekasi Food, Mario mencapai penghasilan Rp. 12 juta per bulan hanya dengan memasarkan makanan enak di Bekasi melalui Instagram.

“Saya hanya mengunjungi tokonya, makan dan foto makanannya, lalu di-posting di media sosial dengan caption menarik. Itu saja,” Katanya. Tidak hanya itu, Mario juga memulai usaha produk susu dengan banyak varian disebut “Klik Drink”.

“Apapun jurusan kamu, saya rasa sah aja membangun bisnis apapun karena yang paling penting dalam dunia bisnis kreatif adalah skill. Saya berharap setelah keluar dari acara ini, kalian dapat mencetak ide kreatif dan bisnis baru yang lebih besar dari saya,” pesan Mario di akhir presentasinya.

(nin)