“Berubah Bukan Di Permukaan, Tapi dari Dalam”

BOGOR-REPORTER.    Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FK UKI) mengadakan retreat bagi mahasiswa baru angkatan 2015. Retreat tersebut diadakan pada hari Sabtu-Minggu, 30-31 Juli 2016, bertempat di Wisma Remaja PGI, Cipayung. Acara yang diketuai oleh dr. Louisa A. Langi, M.Si, M.A. ini dihadiri oleh total 139 orang peserta, dengan 93 orang di antaranya adalah mahasiswa yang menjadi target retreat ini. Retreat ini bertema “Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah Sebagai Murid Kristus”.

“Tidak ada gading yang tak retak,” ujar dr. Louisa dalam laporannya, menyatakan dengan rendah hati bahwa retreat dapat terlaksana juga walau masih ada kekurangan di sana-sini.

HMS_9621
dr. Jaya Admaja sebagai pembicara di sesi 1 dan 2.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Dr. Maruarar Siahaan, SH,. Rektor UKI untuk memberikan sambutan dan membuka acara tersebut. Beliau berpendapat bahwa pedoman dokter Kristen seharusnya adalah buah roh sebagaimana yang diajarkan di Alkitab.

“Kita menyoroti kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Orang Riau masih lebih suka berobatnya ke Penang daripada di negara sendiri,” tegasnya.

Beliau menutup prakatanya dengan menekankan bahwa rahasia kualitas pengabdian dokter adalah pelayanan dan keramahan.

Pdt. Indri Jatmoko turut hadir mewakili Biro Kemahasiswaan UKI. Salah satu tambahan yang menarik adalah presentasi dari The Gideons International, organisasi nirlaba yang mencetak dan menyalurkan Alkitab secara gratis. Seusai presentasi, masing-masing peserta mendapatkan Alkitab Gideons.

Sesi pertama dipimpin oleh dr. Jaya Admaja, dengan tema “Citra Diri”. Citra atau gambar diri adalah penentu karakter seseorang. Itulah cara pandang terhadap dirinya sendiri. Gambar diri manusia sudah mengalami kerusakan hebat sejak manusia jatuh dalam dosa. Dibutuhkan perbaikan secara hakiki dengan pemulihan hubungan dengan Tuhan.

HMS_0358
dr. Marwito Wiyanto, M. Biomed, AIFM, dekan FK UKI

“Mengubah gambar diri bukan di permukaan, tapi dari dalam. Miliki gambar Kristus,” serunya.

Sesi kedua masih dipimpin oleh dr. Jaya, dengan tema “Pemulihan Hati Bapa”. Sesi tersebut menyoroti figur Bapa rohani, yaitu Tuhan sendiri, juga figur bapa duniawi, yaitu ayah. Diungkapkan bahwa banyak jiwa yang tidak mampu menghampiri Bapa sorgawi karena memiliki kepahitan atau image bapa duniawi yang rusak.

Di sesi ketiga, dibukakan tentang “Perangkap Sakit Hati” oleh Zr. Nurmaisi Girsang. Sakit hati digambarkan sebagai jerat psikologis dan spiritual, menghambat kehidupan rohani dan kestabilan psikologis seseorang. Perlahan peserta dibimbing untuk mengakui sakit hati untuk bisa terbebas dari perangkapnya. Sesi keempat adalah curah hati per kelompok. Selanjutnya, masing-masing peserta melepas sakit hati disimbolkan dengan membuang kertas bertuliskan nama ke api unggun.

HMS_0251
Suasana seminar retreat FK UKI

Hari kedua dimulai dengan kegiatan yang cukup menyegarkan, yaitu trekking keliling area desa. Para peserta berjalan sesuai kelompok masing-masing, dan berhenti di pos-pos tertentu untuk mengikuti games. Sebelumnya panitia menghimbau agar peserta mengenakan sepatu sport karena medan yang dilalui cukup sulit. Terbukti setelahnya, beberapa peserta datang dengan kaki berlumpur karena terpeleset.

Ibadah Minggu dipimpin oleh Pdt. Wellem Sairwona, menekankan pada hidup baru para peserta setelah melepas beban rohani dan menyerahkan diri pada Kristus. Bukan hanya baru, namun harus terus dibaharui.

Materi berikutnya adalah Total Patient Care, mengemukakan pendekatan kristiani dalam merawat pasien di dunia kedokteran. Total Patient Care adalah konsep pemulihan bukan hanya fisik, melainkan spiritual. Attitude dan jiwa kepelayanan seorang dokter berperan sangat penting dalam penyembuhan pasien.

Sesi dilanjutkan dengan presentasi oleh dr. Marwito Wiyanto, M. Biomed, AIFM, dekan FK UKI. Beliau mengingatkan para mahasiswa bahwa mereka adalah agen perubahan. Mahasiswa harus membawa perubahan positif di lingkungan kampus, gereja, dan negara.

HMS_0072
Mahasiswa FK UKI saat melakukan tracking

Setelah makan siang, sesi dipimpin oleh dr. Ruyandi Hutasoit, SpU. Beliau mengilustrasikan pertumbuhan rohani orang Kristen dengan pohon kurma. Biji kurma ditanam di lubang yang dalam, dan di atasnya diletakkan batu besar. Ketika kurma mulai bertunas, ia akan terhalang batu tersebut, dan mulai menumbuhkan akar dalam-dalam ke bawah untuk mencari sumber air. Begitu akarnya menemukan sumber air, kurma itu akan terus bertumbuh ke atas, mendesak batu besar hingga pecah. Maka muncullah pohon korma dengan akar yang sangat dalam, mustahil tercabut karena badai. Sumber air melambangkan Firman Tuhan, sumber hidup dari pohon kurma. Imannya berakar dalam-dalam di tempat yang tepat, maka tidak akan terguncang oleh persoalan-persoalan duniawi.

Sesi tersebut sekaligus menutup retreat Fakultas Kedokteran UKI angkatan 2015.

Selamat menjalani hidup yang berbuah.

 

(Jeh/Ted)