Career Talk & Soft Skill Seminar 2018

JAKARTA-REPORTER                       Transisi dari dunia akademis menuju dunia kerja membutuhkan perubahan perilaku. Lulusan baru dari perguruan tinggi wajib mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi penerimaaan pegawai. Pusat Karir dan Unit Pelayanan Kerohanian dan Konseling Universitas Kristen Indonesia (UPKK UKI) menggelar Career Talk & Soft Skill Seminar di Kampus UKI Cawang (22/3). Acara dibuka dengan doa yang dibawakan oleh Kepala UPKK UKI, Pdt. Dra. Esther Rela Intarti, M.Th. Seminar ini diikuti mahasiswa yang telah dinyatakan lulus di Semester Gasal Tahun Akademik 2017/2018.

Kepala Biro Kemahasiswaan UKI, Pdt. Indri Jatmoko, S.SI.Teol, M.M., menyampaikan kata sambutannya,

“Setiap lulusan sarjana membutuhkan kemampuan soft skill seperti aspek kemampuan, tingkah laku, moralitas, dan jaringan yang dimiliki. Pusat Karir dan UPKK UKI akan mempersiapkan mahasiswa untuk siap memasuki lapangan kerja,” terang Pdt. Indri.

Pembicara pertama ialah Dr. rer.pol. Ied Veda Sitepu, S.S., M.A, yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hukum, dan Kerja Sama UKI. Dr. Ied menjelaskan dan memberikan tips cara menulis curriculum vitae (CV) yang efektif. Menurut beliau, CV harus dibuat dengan jujur dan mencerminkan gambaran diri si pelamar.

“Mahasiswa jangan lupa mengumpulkan sertifikat dari seminar yang diikuti. Pengalaman organisasi dan pengalaman mengikuti seminar dapat ditulis di dalam CV. Bentuk curriculum vitae bisa berupa tabular dan berbentuk deskriptif. Mahasiswa harus percaya diri dalam membuat CV, ” tandas mantan Dekan Fakultas Sastra UKI ini.

Dr. Ied mengingatkan mahasiswa untuk memiliki nomor telepon dan surel resmi yang selalu sama karena perusahaan akan menghubungi calon karyawan dari data nomor telepon dan email yang tercantum di dalam curriculum vitae. Setiap mahasiswa dapat menyiapkan CV yang profesional. Terkadang, perusahaan tertentu menuntut calon pelamar untuk mengirimkan CV yang kreatif.

Pembicara kedua ialah Psikolog dari UPKK UKI, Arie Koetin, S.Psi., M.A. Beliau menjelaskan bahwa kesan pertama calon karyawan sangat penting. Saat psikolog mewawancara, calon karyawan harus memperlihatkan antusias dan menjaga gerak tubuh.

“Proses seleksi pegawai meliputi seleksi administrasi, pemeriksaan psikologi, tes pengetahuan/tes teknik, pemeriksaan medis dan wawancara user. Usahakan calon karyawan menjaga kesehatan dan berlatih materi yang akan diujikan. Mahasiswa dapat memperdalam kemampuan Microsoft Excel untuk mengolah data,” ujar Arie Koetin.

Lulusan Psikologi Universitas Padjadjaran ini memaparkan, ketika menghadapai tes tertulis yang memiliki batas waktu longgar, calon karyawan sebaiknya menjawab semua soal yang ada. Umumnya semua respon adalah benar karena yang ditanyakan adalah mengenai diri calon karyawan. Saat melakukan simulasi diskusi, calon karyawan harus berkontribusi dalam diskusi karena psikolog akan melihat kemampuan interaksi.

Pada sesi tanya jawab, ada peserta seminar yang bertanya cara bernegosiasi tentang gaji kepada pihak perusahaan. Arie Koetin menjelaskan bahwa jika calon karyawan cukup percaya diri maka bisa melakukan penawaran gaji. Namun, dapat juga meminta gaji sesuai standar perusahaan. Hal yang terpenting adalah perusahaan tidak diperkenankan meminta calon karyawan membayarkan sejumlah uang.