Character Building Mahasiswa FK UKI Tahun Akademik 2018/2019

Sekitar 160 mahasiswa FK UKI antusias mengikuti acara Character Building di Ruang Auditorium GWS FK UKI pada tanggal 15 – 16 Juli 2019. Pembicara yang hadir diantaranya Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UKI, Singgih Sasongko, S.IP, M.Si, Dr. Tommy Partunggul Sibuea, Sp.PD, FINASIM, Ev. Heru Tjandra Mulia, John Natanael, dr. Louisa A. Langi, M.Si., MA, Dr. M. Nasser, Sp.KK, D.Law, FINSDV, FAADV, Dr. Stephanie Pangau.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UKI, Singgih Sasongko, S.IP, M.Si, memberikan penjelasan bahwa kesuksesan bermula dari perilaku (attitude) yang positif. “Setiap orang harus memiliki sikap mental positif yaitu pola pikir yang difokuskan pada peluang dan solusi. Cara menampilkan karakter positif ialah berpikir positif, berkata postif, bertindak positif dan bergaul dengan orang positif. Sukses dapat diraih dari pribadi yang memiliki sikap mental positif, “ ujar Singgih Sasongko.

Dr. Tommy Partunggul Sibuea, Sp.PD, FINASIM, memberikan arahan kepada mahasiswa FK untuk terus mengasah kemampuan diri walaupun sudah lulus nantinya.

“Dokter harus peduli dengan pasien, memiliki karakter problem solving dan critical thinking, serta menerapkan kode etik kodokteran. Saat membaca buku kedokteran, usahakan mendapat ide utama dari artikel. Ketika tidak mengerti paragraf pertama, kalian dapat melanjutkan ke paragraf selanjutnya untuk mendapat ide keseluruhan. Lalu setelah itu dapat dibaca ulang, “ ungkap dokter Tommy Partunggul Sibuea.

Ev. Heru Tjandra Mulia mengingatkan bahwa lulusan dokter FK UKI nantinya dapat menjadi penyuluh kesehatan dan memberikan edukasi seks kepada masyarakat.

“Kta semua hendaknya menjadi Pro Life yang menentang aborsi. Gereja Tuhan terpanggil untuk membela mereka yang tidak mampu membela dirinya sendiri dan itu adalah tanggung jawab kita. Jika Gereja Tuhan acuh tak acuh maka akibatnya adalah Murka Tuhan yang lebih besar bisa jatuh atas Indonesia,” ujar Heru Tjandra Mulia.

Selanjutnya John Natanael hadir di tengah-tengah mahasiswa untuk memberi kesaksian bahwa dirinya masih bisa bersemangat menjalani hidup di tengah keterbatasan fisik.

Di hari kedua, tanggal 16 Juli 2019, peserta mendapat pengetahuan akan pentingnya menjaga karakter calon dokter yaitu Kesantunan, Kesejawatan dan Kebersamaan dan yang terpenting adalah terus melayani pasien dengan peduli.