Communication Technology & Mobile Community: Realitas  Kekinian dan Tantangan Masa Depan  

Jakarta-Reporter      Sebagai akibat dari transformasi teknologi, berbagai aspek kehidupan masyarakat ikut mengalami perubahan. Salah satu contoh dari perubahan tersebut adalah munculnya mobile community. Apa yang dimaksud dengan mobile community? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Program Studi Ilmu Komunikasi FISIPOL UKI mengadakan Seminar Nasional yang bertema “Communication Technology & Mobile Community: Realitas  Kekinian dan Tantangan Masa Depan,” yang merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UKI.

img_8869
Pjs. Dekan FISIPOL UKI, Angel Damayanti, M.Si., M.Sc., membuka acara seminar dan memberikan sambutannya.

Seminar dilaksanakan pada hari Jumat (4/11), di Auditorium Lantai 1, Grha William Soeryadjaya, FK UKI, Cawang. Para narasumber yang hadir di antaranya, Dr. Abdullah Sumrahadi bin Murti Sontowartikno dari Universiti Utara Malaysia (UMM); Drs. Bimo Setiawan, Direktur Kompas TV; Dr. Adde Oriza Rio, S.Sos., M.Si., Dosen FISIPOL UKI. Dimoderatori oleh Singgih Sasongko, S.IP., M.Si selaku Ketua Prodi IKOM FISIPOL UKI, seminar berlangsung menarik dan menyegarkan.

Pjs. Dekan FISIPOL UKI, Angel Damayanti, M.Si., M.Sc., hadir pula dalam seminar tersebut untuk membuka acara seminar dan memberikan sambutannya.

“Yang menarik dari acara hari ini adalah tadi sempat menjadi pertanyaan saya, mobile community ini apa? Apakah komunitas yang bergerak atau komunitas yang mempunyai mobile phone? Jadi adik-adik mahasiswa, buatlah pertanyaan sebanyak-banyaknya, kita punya pakar sekaligus praktisi yang akan membahas topik ini. Kiranya acara seminar hari ini boleh membuka paradigma kita bersama tentang sesuatu yang baru dan membekali kita untuk memasuki era komunikasi dan teknologi di masa yang akan datang,” ucap Dekan.

img_8898
Direktur Kompas TV, Drs. Bimo Setiawan

Narasumber pertama yang menyampaikan materi adalah Dr. Abdullah Sumrahadi dari UMM Malaysia, pakar teknologi multimedia tersebut mengatakan bahwa ‘mobile’ sering diasosiasikan dengan teknologi komunikasi yang dinamakan telepon selular (ponsel). Ponsel meringkaskan jarak komunikasi yang sebelumnya susah menjadi mudah, dan jauh menjadi dekat.

Menurut Dr. Abdullah, ‘mobile’ berarti mudah bergerak (berpindah), adanya pergerakan, dan pergerakan lebih mendasar kepada orang yang bergerak.

“Berdasarkan pada Teori Klasik Karl Marx, orang yang mendorong untuk berubah tapi tak berubah, mendorong bergerak tapi tak bergerak itulah namanya imobilities,” ucap Dr. Abdullah.

img_8920
salah satu mahasiswi FISIPOL UKI mengajukan pertanyaan kepada para narasumber.

Direktur Kompas TV, Drs. Bimo Setiawan, melihat bahwa media di seluruh dunia, khususnya Indonesia sudah sangat dipengaruhi oleh teknologi dan audiens yang sudah dipengaruhi teknologi itu. Oleh karena itu harus ada perubahan di dunia media dari semua lini.

“Media mengalami cara kinerja dan operasi yang dipengaruhi teknologi, dan media harus siap menghadapi perubahan-perubahan ini,” ujar Bimo Setiawan.

 

(lis/ted)