Di Era New Normal, Prodi Pendidikan Kimia FKIP UKI Tetap Mengembangkan Diri

Selain metode mengajar yang perlu adaptasi, masalah teknis seperti jaringan dan kuota internet, serta kondisi psikologis mahasiswa hingga saat ini masih menjadi perhatian bersama dalam melaksanakan pembelajaran di era new normal.

Catatan tambahan untuk para dosen pada tahun ajaran baru adalah kemungkinan beberapa mahasiswa yang terpaksa mengajukan cuti karena keterbatasan dana pasca pandemik covid 19.

Beberapa hal tersebut sudah menjadi perhatian Nova Irawati Simatupang, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Kimia FKIP UKI yang disampaikannya baru-baru ini.

Untuk kebutuhan kuota mahasiswa, lanjut Nova, UKI sudah membentuk tim gugus yang dapat membantu kebutuhan mahasiswa, selain itu para dosen juga turut membantu melalui tim sosial dan kerohanian di fakultas.

Para dosen hingga saat ini tidak pernah berhenti melakukan pembaharuan untuk meningkatkan kreativitas dalam mengajar. Kegiatan praktikum selama ini diubah ke dalam bentuk video demonstrasi. Untuk era new normal ini, telah direncanakan pembagian jadwal dengan memperhatikan protokol kesehatan yang juga sudah ditentukan dalam surat edaran Rektor.

“Bagi mahasiswa yang harus melakukan eksperimen ke sekolah juga diarahkan dilakukan secara online. Sehingga mahasiswa yang sedang melaksanakan penelitian dan lulus di era new normal ini tidak terhambat, bahkan setelah lulus dapat langsung beradaptasi dan menjadi guru yang mampu dan kreatif menerapkan pengajaran kimia secara online,” ia meyakini

Nova memberi tahu pula,meski masa pandemi ini, prodinya tetap melakukan studi banding dengan berbagai universitas yang memiliki program studi pendidikan kimia yang dilakukan secara virtual. Prodinya juga tetap memiliki kewajiban untuk terus berperan dalam pengembangan kompetensi guru.

“Untungnya saya juga bergabung dalam forum ketua jurusan kimia Indonesia (FKJKI) di bawah naungan Himpunan Kimia Indonesia (HKI). Forum ini juga mewadahi kami untuk melaksanakan diskusi nasional secara rutin dan berkelanjutan, terutama dalam pengembangan kurikulum pendidikan kimia,” tuturnya lagi.

 Berbagai prestasi sudah dicatat mahasiswa prodinya, dan saat ini mereka sedang mempersiapkan diri mengikuti KNMIPA 2020. “Melalui kompetisi ini akan menambah prestasi berikutnya dari mahasiswa prodi pendidikan kimia,” terang dia. (ics)