Di Masa Pandemi, Indonesia Bisa Jadi Negara Pengekspor

Jakarta – Sektor pangan, farmasi dan rumah sakit, serta teknologi jasa keuangan dan pendidikan adalah tiga sektor yang dapat bertahan dan terus berkembang di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Kompas 100 CEO Forum baru-baru ini di Jakarta.

Dr. Denny Tewu, SE., MM., ikut mengaminkan pandangan tersebut hanya saja, kata dia,kita umumnya masih sebagai pengimpor.  “Untuk itu itu konsep berpikir sebagai industriawan harus mendapat perhatian dari  semua pihak termasuk  pemerintah dalam membuat regulasi.”

Dengan demikian, lanjut Denny, ke depan pengusaha kita dapat memaksimalkan potensi tanah kita yang luas dan subur serta kaya akan bahan baku, dan konsep rumah sakit yang baik dari pusat hingga daerah, juga harus diupayakan agar bisa bersaing dengan Rumah Sakit negara tetangga.

“Adapapun untuk jasa keuangan harapannya agar tidak berpusat di Jakarta saja, namun bisa dikembangkan pusat-pusat industri keuangan di beberapa wilayah Indonesia yang strategis. Pendidikan Universitas Kristen Indonesia (UKI) secara khusus bisa merasakan sendiri saat menerapkan digitalisasi secara tepat. Penerimaan Mahasiswa Baru justru terjadi peningkatan di saat pandemi,” ungkap dia.

Sebagaimana presiden yang melihat peluang Indonesia dalam membangun industri kendaraan listrik apabila seluruh pihak mau berkolaborasi sehingga  memberi kontribusi besar bagi negara. Warek 2 UKI ini pun meyakini kedepan eranya Indonesia untuk menjadi raksasa ekonomi baru.

“Namun jangan berhenti berkarya dan berinovasi dalam pengembangan diferensiasi produk di segala bidang. Dan yang terpenting semua kita dapat menjaga suasana yang kondusif sebagai negara yang aman dan damai dengan dasar Pancasila,” harap dia pula. (ics)