Dies Perbankan dan Keuangan Fakultas Vokasi UKI ke 27

Program Studi Perbankan dan Keuangan Fakultas Vokasi UKI menggelar seminar dengan tema “Mewaspadai Investasi dan Fintech Ilegal” di Auditorium Grha William Soeryadjaya, Kampus UKI Cawang (24/05). Seminar ini digelar dalam rangka perayaan Dies Natalis ke 27  Prodi Perbankan dan Keuangan UKI. Perayaan Dies Perbankan dan Keuangan Fakultas Vokasi diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt. Wellem Sairwona, M.Th.

Pembicara dalam seminar ini ialah Ketua Satgas Investasi Ilegal OJK, Dr. Tongam Lumban Tobing, S.H., LLM, dengan moderator ialah Dr. Lis Shinta, S.E., MM.

“Kerugian akibat investasi bodong dari tahun 2008 hingga tahun 2018, kurang lebih 88,8 triliun rupiah. Sebaiknya masyarakat memahami dengan cermat tentang investasi. Ada beberapa tips berinvestasi yaitu teliti legalitas lembaga dan produknya, pahami proses bisnis yang ditawarkan, pahami manfaat dan risikonya, pahami hak dan kewajibannya, “ ujar Dr. Tongam.

Investasi bodong merugikan masyarakat, penyebab utamanya ialah masyarakat mudah tergiur bunga tinggi, masyarakat belum paham investasi, pelaku menggunakan tokoh agama, tokoh masyarakat dan selebriti. Dampaknya antara lain menimbulkan ketidakpercayaan dan image negatif terhadap produk keuangan, menimbulkan potensi instabilitas, dan menggangu proses pembangunan.

“Legalitas haruslah menjadi hal yang diperhatikan dalam berinvestasi. Legalitas yang tidak jelas ciri-cirinya ialah tidak memiliki ijin, memiliki izin kelembagaan tapi tidak punya izin usaha, memiliki izin kelembagaan dan izin usaha namun melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izinnya, “ tutur Dr. Tongam.

Dr. Tongam menyampaikan sudah menjadi keharusan adanya undang-undang yang mengatur fintech. Saat ini, fintech peer to peer lending illegal berjumlah 926 entitas.

“Masyarakat dapat menghubungi call center OJK yaitu 157 untuk mendapatkan informasi tentang fintech dan investasi illegal,” tambah lulusan Universitas Sumatra Utara ini.

Tips untuk masyarakat dalam menggunakan fintech yaitu pinjam pada fintech peer to peer lending yang terdaftar di OJK, pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan, pinjam untuk kepentingan yang produktif, pahami manfaat, biaya, bunga, jangka waktu, denda dan risikonya.