“DR. Maruarar Siahaan, S.H. : JANGAN SAMPAI KEHILANGAN KARAKTER AKADEMISI”

JAKARTA-REPORTER Program kerja merupakan hal yang sangat penting dalam gerak langkah organisasi. Dengan program kerja, organisasi dituntun untuk berkarya dalam mencapai visinya. Tentu saja program kerja yang dibuat pun harus sesuai dengan strategi dan rencana jangka pendek. Itulah sebabnya pengarahan dan pembekalan sangat penting untuk mendefinisikan program kerja yang akan dibuat nantinya.

Universitas Kristen Indonesia (UKI) mengadakan pembekalan berupa pertemuan Pra-Raker (Rapat Kerja) sebelum penyusunan program kerja tiap-tiap bagiannya. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 11-12 Juli 2017, bertempat di Auditorium Grha William Soeryadjaya, Gedung Fakultas Kedokteran UKI, Cawang, Jaktim.

Pra-Raker ini dibuka dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pendeta Kampus UKI, Pdt. Wellem Sairwona, M.Th. Topik yang dikupas dalam khotbahnya adalah multiplier effect dalam kisah Daud melawan Goliat.

“UKI membutuhkan banyak ‘Daud-Daud’ muda yang berprestasi, berani mati demi bangsanya, cerdas dan cekatan, nekad tapi tidak konyol, terbukti dari strategi perangnya,” ujar Pdt. Wellem.

Selepas ibadah, Pra-Raker dibuka dengan laporan Ketua Panitia, Dr. Hotmaulina Sihotang, M.Pd., disusul sambutan rektor UKI, Dr. Maruarar Siahaan, SH., dan dilanjutkan dengan sambutan perwakilan Yayasan UKI, Ir. Antony Sihombing, M.Pd., Ph.D.

Beliau menuturkan bahwa untuk menentukan langkah ke depan, perlu ada analisa SWOT untuk UKI.

Wilson Rajagukguk – WRA UKI
Dhaniswara Harjono – WRKHK UKI

“Kelemahan UKI di antaranya adalah peringkat di Dikti, kekurangkompakan antara pimpinan fakultas, rektorat, dan mahasiswa. Kekuatannya antara lain perihal wilayah yang strategis dan luas di ibukota,” papar Antony.

Untuk meningkatkan peringkat dan reputasi UKI, pesan beliau, butuh kerja sama dari semua pihak. Mulai dari pimpinan, staf, fakultas, mahasiswa, hingga cleaning service.

“Jadi, jika tidak bisa membantu, tidak usah mengganggu,” tukas Ir. Antony yang disambut dengan gumam setuju oleh para peserta Pra-Raker.

Kegiatan berlanjut dengan pengarahan oleh Rektor dan para Wakil Rektor. Dalam pengarahannya, Dr. Maruarar menyampaikan beberapa hal terkait pola pikir akademisi.

Bernadetha Nadeak – WRKSA UKI

“Kalau kehilangan harta, kita tidak kehilangan apa2. Kalau kehilangan kesehatan, kita kehilangan sedikit. Kalau kehilangan karakter, kita kehilangan segalanya. Jangan sampai kehilangan karakter sebagai akademisi.”

“Dalam menjalankan Renstra (Rencana Strategis), jangan hanya berpikir dan memandang secara mikro. Kita harus memandang lebih luas dan menyeluruh,” papar beliau.

Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi setelah presentasi.

Hari kedua Pra-Raker, para peserta dibagi ke dalam empat fraksi yang mewakili bidangnya masing, kemudian anggota fraksi berdiskusi untuk menghasilkan beberapa program dan rencana strategis yang selanjutnya dipresentasikan oleh perwakilan dari masing-masing fraksi. Usulan dari masing-masing fraksi kemudian direspon oleh fraksi lainnya pada sesi tanya-jawab.

Pra-Raker yang diikuti oleh 95 orang ini diadakan untuk membekali peserta sebelum Raker Fakultas dan Unit, untuk hasil dan program kerja yang akan dibawa pada Raker UKI pada 27-28 Juli 2017 nanti.