Era Teknologi Digital dengan Menjunjung Semangat Nasionalisme

Era Teknologi Digital dengan Menjunjung Semangat Nasionalisme

Jakarta – Acara wawasan kebangsaan ini sangat penting untuk mahasiswa, terutama mahasiswa baru karena memberikan sebuah landasan berpikir yang dapat memotivasi mereka untuk mengarahkan diri jika kelak mau berkontribusi untuk negara.

Hermann Yosi Mokalu atau yang lebih dikenal dengan nama Yosi, personil Project Pop’s menyampaikan hal ini dalam acara Seminar Wawasan Kebangsaan terkait acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru UKI TA 2020/2021 yang dilakukan secara daring pada tanggal 14 September 2020.

Era teknologi digital ini, lanjut Yosi, memang memudahkan kita untuk dapat tetap eksis dan bertahan hidup walaupun minim kegiatan sosial atau perjumpaan tatap muka. Tapi hal ini menyebabkan berkembang juga individualisme yang tinggi.

“Dan ketika seseorang hanya berpikir untuk dirinya sendiri, maka mereka dapat mengesampingkan peranan mereka sebagai warga negara,” jelas Ketua Umum Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi ini pula.

Padahal peranan ini sangat diperlukan untuk menguatkan persatuan suatu bangsa, sambung dia. Jika persatuan kita melemah, dapat mengarah kepada perpecahan. “Kita memerlukan pemerintahan yang kuat untuk menjalankan fungsinya, yang didukung oleh mayoritas masyarakatnya. Persatuan yang melemah juga akan menyebabkan stablitas politik yang rendah, yang akan mempengaruhi sektor pembangunan yang lain,” terang dia lagi

Untuk itulah semangat nasionalisme harus terus dibangun. Seorang nasionalis berpikir untuk kepentingan orang banyak, bukan untuk golongan tertentu saja.

“Sebaliknya jangan kita sebut diri seorang nasionalis, jika berpikir untuk diri sendiri, tidak memiliki kepedulian atau kritis terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di sekitarnya,” ujar pemilik gelar Magister Manajemen Strategik ini pula. (ics)