Etik dan Aspek Legal Perawat Pada Pelayanan di Era Globalisasi

JAKARTA-REPORTER  Akademi Keperawatan Universitas Kristen Indonesia (Akper UKI) mengadakan seminar sehari pada tanggal 26 April 2017. Kegiatan yang bertempat di ruang seminar lantai 3 UKI Cawang ini dihadiri oleh sekitar 250 peserta dari berbagai akademi keperawatan dan rumah sakit se-Jakarta Timur. Seminar ini mengambil judul “Etik dan Aspek Legal Perawat Pada Pelayanan di Era Globalisasi”, menyoroti etika dalam karir keperawatan.

Seminar ini diisi oleh dua pembicara berpengalaman dalam bidang etika dan hukum. Pembicara pertama adalah Jajang Rahmat, M.Kep, Sp. Kep.Kom. Pria yang menjabat sebagai Ketua DPW PPNI DKI Jakarta 2015-2020 ini membawakan materi “Etik, Legal, dan Caring dalam Keperawatan”.

“Keluhan terhadap perawat di Jakarta ini adalah jutek. Masih kurang senyum,” tutur Jajang mengawali presentasinya, yang disambut oleh gelak tawa para peserta.

Berikutnya, beliau memaparkan bahwa menurut UU no 38 tahun 2014, yang disebut perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi keperawatan baik di dalam maupun di luar negeri.

“Jadi yang pendidikannya SMK Keperawatan, harus lanjutkan sekolah lagi untuk dapat bekerja sebagai perawat,”

Poin penting yang membentuk profesi keperawatan adalah etika dan caring. Menurut beliau, perawat bukan sekadar tenaga medis, karena ada fungsi asuhan keperawatan, yang menekankan pada caring.

Pembicara kedua adalah Rumondang Panjaitan, Instruktur Pelatihan Perawat di PPSDM RS PGI Cikini. Beliau membawakan materi berjudul “Implementasi Etik dan Aspek Legal Terkait Hak-hak Pasien”.

“Sebenarnya hanya dengan kita melayani, melakukan yang terbaik, kita sudah bisa memenuhi hak-hak pasien,” papar beliau setelah membahas 18 hak-hak pasien menurut UU RI No 44 tahun 2009 Tentang RS pasal 32.

Seminar sehari ini ditutup dengan pemberian plakat dan dilanjutkan dengan Perayaan Dies Natalis Akademi Keperawatan UKI ke-17.