Green Action 19, Pembinaan Kampung Hijau Cawang oleh FT UKI

JAKARTA-REPORTER       Dalam rangka menyambut Lustrum Universitas Krsiten Indonesia ke-XIII dan Dies Fakultas Teknik UKI, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik UKI melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), Green Action 19, berupa Pembinaan Kampung Hijau Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. Salah satu rangkaian acara ialah pelatihan menanam sayuran dengan metode hidroponik bagi masyarakat Kelurahan Cawang. Pelatihan ini dilaksanakan di Fakultas Teknik Kampus UKI Cawang, Kamis, 27 September 2018.

Acara dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik UKI Ir. Galuh Widati, M.Sc., Ketua Program Studi Magister Teknik Arsitektur Prof. Dr. –Ing. Ir. Uras Siahaan, Lic.rer.reg, Kepala Bagian Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM UKI  Elferida Sormin, S.Si., M.Pd., Kepala PKM Green Action FT UKI Ir. Bambang Erwin, M.T., dan mahasiswa/i Arsitektur FT UKI, serta masyarakat RW 06, 08, 10, 11, kelurahan Cawang Jakarta Timur.

Pelatihan dipimpin langsung oleh Mahasiswa Arsitektur UKI, Christhover. Masyarakat mengikuti dengan antusias workshop dengan mencoba praktek langsung membuat hidroponik. Metode Hidroponik dilakukan dengan cara menanam tumbuhan dengan media air sebagai pengganti tanah.

“Metode Hidroponik dapat menghasilkan sayuran bersih dan sehat di lahan yang semakin sempit. Berbagai macam tanaman yang biasa di tanam di dataran tinggi seperti kol, sawi, dan selada dapat ditanam dengan Hidroponik. Salah satu media tanam Hidroponik ialah Rockwool. Rockwool dipotong-potong membentuk pola dadu kemudian biji sawi dan bayam disemai. Perawatan dilakukan dengan pengecekan setiap harinya, yaitu pemberian nutrisi dan ketinggian air yang terus dipantau. Seminggu kemudan dipindahkan ke dalam bak air yang mengalir dan diberi nutrisi dengan dipandu,” terang Christhover.

Pada hari Senin, 1 Oktober 2018, praktisi pembuat kompos, Sigit Priyana, menjelaskan cara pembuatan pupuk kompos kepada masyarakat Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. Praktik pembuatan kompos dilakukan di Sekretariat RW 06, Kelurahan Cawang. UKI memberikan bahan dan alat pembuat kompos kepada warga kelurahan Cawang. Masyarakat pun antusias mengikuti kegiatan pengolahan sampah menjadi kompos karena dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

“Sampah organik seperti rumput dan dedaunan dapat diolah menjadi kompos. Pengolahan sampah menjadi kompos secara tidak langsung dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat volume sampah yang menumpuk. Bahan pembuatan kompos secara tradisional ialah bahan organik seperti daun, tanah, dan air. Alat pembuat kompos seperti cangkul, sekop, dan ayakan. Sementara alat pembuatan kompos secara cepat adalah mesin pencacah, komposter seperti drum, ayakan dan kantong plastik,” ujar Sigit Priyana.

Sesi selanjutnya Mahasiswa/i Arsitektur UKI melakukan aksi “Green Wall Painting” dengan mengecat tembok gang penghubung antara Kampus UKI dengan Wilayah RW 06, Kelurahan Cawang.