Guru PAK Sebagai Benteng Perubahan Global

JAKARTA-REPORTER Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia (FKIP UKI) mengundang 14 Sekolah Tinggi Teologi (STT) di Jakarta untuk mengikuti kegiatan Seminar sekaligus Kajian dan Refleksi Pendidikan Agama Kristen 2017. Seminar ini mengangkat tema “Guru PAK sebagai Benteng Perubahan Global” dan Subtema “Menjadikan Mahasiswa/i, Pengajar, dan Peserta Didik PAK yang Bertanggung Jawab Sesuai dengan Kolose 3:23.” Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 31 Mei 2017, di Ruang Aula UKI, Lantai 3, Cawang.

14 STT yang diundang di antaranya, STT Agapes, STT IKSM Sentosa, STT Jeffray, STT Obaja, STT Doulos, STT Samuel Elizabeth, STT Bethel, STT Paulus, STT Pelita Bangsa, STT Rahmat Emanuel, STT Ekumene, STT Sunsugos, STT IKAT, dan STT Pokok Anggur.

Diawali dengan ibadah singkat, Pdt. Stepanus, M. Th., membawakan Firman Tuhan yang diambil dari Yeremia 18: 1-4. Pdt. Stepanus mengulas kisah Nabi Yeremia tentang tukang priuk.

“Pelajaran bagi Yeremia adalah untuk sampai pada bejana yang indah, harus melalui tahap demi tahap (proses). Jika itu dikaitkan dengan tugas saya dan anda-anda, untuk menghasilkan siswa yang kompeten dan diberkati, itulah tugas kita,” kata Pdt. Stepanus.

Seminar ini dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama mengulas tentang “Peran Alkitab Digital” yang disampaikan oleh dua narasumber, Drs. Saefudin, M. Si., (Kepala Departemen Penyebaran dan Pemasaran) dan Tri Harmaji, Ph. D., (Pimpinan Penerjemahan) dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Menurut Saefudin, saat ini LAI tengah mengembangkan aplikasi Alkitab digital dengan target anak muda dan juga membentuk komunitas www.satudalamkasih.org.

“Kami membentuk komunitas ini untuk menjangkau saudara kita yang sudah melek teknologi kemudian mengimbau untuk mendukung program pelayanan LAI, minimal 1 orang mendukung 1 Alkitab. Program ini untuk jemaat yang tidak mampu membeli Alkitab, khususnya di luar pulau Jawa,” tutur Saefudin.

Saat ini 11 aplikasi Alkitab digital telah dikembangkan dan/atau bekerja sama dengan LAI ditambah 35 bahasa daerah dikembangkan oleh Mitra LAI. Sesi pertama ini menarik, para peserta yang sudah mengunduh aplikasi Alkitab Digital LAI di ponselnya, mendapatkan hadiah berupa voucher pembelian alkitab dari LAI.

Kemudian, sesi kedua seminar ini membahas tentang “PAK dan Perubahan”, yang dipaparkan oleh Pdt. Jense Belandina, S.Th., M. Si. Menurut beliau, di era globalisasi saat ini guru-guru PAK harus memiliki integritas.

“Di bidang PAK, pembentukan karakter dan integritas menjadi syarat utama, apalagi jika ingin menjadi pengajar PAK. Guru yang memiliki integritas dan karakter Kristiani adalah teladan kehidupan bagi mereka yang dididiknya,”

Sesi ketiga dilanjutkan oleh Pdt. Drs. Stephen Suleeman, Math., ThM., (Kepala Unit Penelitian Lapangan STT Jakarta) yang membahas tentang “Ruang Lingkup Keluarga.” Pdt. Stephen menjelaskan tentang “Globalisasi dan Keluarga Kristen: Tantangan dalam PAK”. Salah satu tantangannya adalah urbanisasi.

Dampak negatif dari urbanisasi menyebabkan menurunnya ikatan keluarga, mengendurnya ikatan budaya tradisional, peningkatan kebutuhan ekonomi, pengangguran, kriminalitas, bahkan prostitusi.

Akan tetapi, urbanisasi juga berdampak positif seperti adanya kemajemukan di negara kita Indonesia.

“Kita menghargai kebhinekaan, pluralisme bangsa kita ini dampak urbanisasi. Perpindahan kita meningkatkan eksplorasi kita tentang dunia luar. Ini hal yang bagus,” jelas Pdt. Stephen.

(lis)