Home Heart Walk Sebagai Suatu Metode Latihan Jalan Terbaru Untuk Penderita Gagal Jantung

Gagal jantung merupakan suatu keadaan fisiologis ketika jantung tidak bisa memompa darah yang cukup dalam memenuhi kebutuhan metabolik darah. Kelelahan adalah salah satu gejala menyedihkan yang timbul pada penderita gagal jantung dan salah satu faktor prediksi yang memperburuk gagal jantung. Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk menurunkan gejala kelelahan adalah dengan pendidikan kesehatan, pembatasan cairan dan pembatasan diet garam, istirahat, pemberian obat-obatan, istirahat, motivasi dan latihan.

Latihan aktivitas fisik yang dilakukan secara regular dapat menurunkan 50 % angka kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung, menurunkan 25 % serangan jantung dan menurunkan tekanan darah. Dampak langsung latihan aktifitas fisik dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik sekitar 5 dan 7 mmHg dan peningkatan kapasitas fungsional.

Latihan fisik baik, aman dan bermanfaat untuk penderita gagal jantung, tetapi belum banyak diterapkan. Penyebab ketidakpatuhan latihan rehabilitasi jantung pada umumnya karena usia tua, tingkat pendidikan yang rendah, sosial ekonomi yang rendah, kurangnya dukungan sosial, cemas, depresi, kurangnya motivasi untuk latihan dan tidak memiliki waktu latihan serta malas.

Penderita gagal jantung direkomendasikan mengikuti program rehabilitasi jantung berbasis dirumah berupa latihan Home Heart Walk. Home Heart Walk merupakan latihan  yang diadopsi dari latihan jalan enam (Six Minute Walking/ 6MWT) dimana penderita gagal jantung melakukan latihan jalan dalam waktu enam menit dengan jarak lima meter serta diawasi dan di follow up melalui telepon oleh perawat.

Sebelum latihan Home Heart Walk, perawat melakukan pengukuran derajat kelelahan dengan menggunakan skala The Borg Scale (skala 0-10) dan pengukuran tekanan darah, denyut nadi dan frekuensi pernafasan. Kemudian perawat mengajarkan penderita gagal jantung latihan jalan memutari lintasan sekitar 5 meter dengan menggunakan tali selama enam menit. Setelah latihan, perawat mengukur panjang lintasan yang telah ditempuh, pengukuran derajat kelelahan, tekanan darah, denyut nadi dan frekuensi pernafasan.

Pada pertemuan pertama perawat mengajarkan latihan Home Heart Walk di rumah sakit. Pada pertemuan kedua dan ketiga yang berselang dua hari, perawat melakukan kunjungan ke rumah penderita untuk mengajarkan latihan Home Heart Walk dan melakukan pengukuran derajat kelelahan, tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernafasan dan jarak tempuh yang dicapai oleh penderita.

Pada minggu kedua sampai keenam, penderita melakukan Home Heart Walk secara mandiri di rumah dan difollow up melalui telephone oleh perawat dengan tujuan menanyakan jarak tempuh yang telah dicapai oleh penderita. Setiap hari pertama dalam minggu kedua sampai keenam, perawat melakukan pemeriksaan derajat kelelahan, tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernafasan dan jarak tempuh.

Dari hasil latihan Home Heart Walk yang rutin dapat menurunkan gejala derajat kelelahan yang dirasakan oleh penderita gagal jantung, memperbaiki & meningkatkan tingkat aktivitas fisik, memperbaiki denyut nadi, mengurangi derajat sesak nafas, memperbaiki tekanan darah dan meningkatkan jarak tempuh. Diharapkan untuk perawat seluruh rumah sakit dapat memperolah pengetahuan tentang terapi aktivitas fisik yaitu Home Heart Walk. Perawat mengajarkan Home Heart Walk ke penderita gagal jantung dan memotivasi penderita gagal jantung untuk tetap melakukan Home Heart Walk di rumah secara rutin dan mandiri. Untuk institusi pendidikan diharapkan Home Heart Walk menjadi masukan bahan mengajar ke mahasiswa kedokteran, perawat dan rehab medik sehingga peserta didik dapat mengajarkan intervensi Home Heart Walk kepada penderita gagal jantung di rumah sakit dan rumah penderita.

N s. Yanti Anggraini Aritonang, S.Kep.,M.Kep – Dosen Akademik Keperawatan UKI