Ibadah Refleksi Penderitaan dan Pengorbanan Yesus Kristus

JAKARTA-REPORTER       Seluruh Sivitas Akademika Universitas Kristen Indonesia (UKI) mengikuti ibadah refleksi penderitaan dan pengorbanan Yesus Kristus (29/3), di ruang Aula, Kampus UKI Cawang. Tema ibadah ini ialah “The Seven Last Words of Jesus”. Umat diajak merenungkan ucapan terakhir Yesus sebelum Dia menyerahkan nyawa-Nya. Ucapan terakhir sebelum seseorang meninggalkan dunia adalah ucapan yang sangat penting dan selalu diingat. Ucapan itu pasti dipatuhi dan dikerjakan dengan kesungguhan hati karena merupakan pesan. Demikian pula dalam proses penebusan dosa kepada manusia, Yesus mengungkapkannya dalam kata-kata terakhir.

Ibadah diawali dengan pemutaran film kisah sengsara Yesus. Pdt. Wellem Sairwona, M.Th., membacakan kalimat pertama Yesus, yaitu ‘Ya Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Dari kalimat ini umat diajak untuk merenungkan ucapan Yesus dan memiliki semangat mengampuni.

Jehezkiel, Karyawan UKI yang menjadi salah satu narator ibadah

Pdt. Dra. Esther Rela Intarti M.Th., menarasikan kalimat kedua Yesus, yaitu ‘Aku berkata kepadamu sesungguhnya hari ini juga engkau aka nada bersama Aku di dalam firdaus.’ Umat melakukan pemeriksaan batin untuk bertobat memperlihatkan keselamatan.

Kalimat ke tiga Yesus ialah ‘Ibu, inilah anak-Mu’ dan kepada murid-Nya, Yesus mengucapkan,’ Inilah Ibumu’. Kalimat ini berpesan agar umat Kristen selalu menjaga hubungan baik dan mendoakan ibu. Kalimat ke empat Yesus yaitu ‘Allahku ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku’. Yesus merasa seakan Bapa tidak ada di tengah hidup kita. Yesus berpesan agar selalu mendoakan orang tua.

Pdt. Esther membacakan kalimat kelimat Yesus ‘Aku Haus’. Kalimat ini menggambarkan kesengsaraan fisik yang dialami Yesus. Penderitaan Yesus ini membuat manusia diselamatkan. Lalu dilanjutkan pembacaan puisi dari Mazmur 42:2-6.

Kalimat ke enam ialah ‘Sudah Selesai’. Yesus mengucapkan kalimat ini karena tugas-Nya sudah selesai untuk menebus dosa umat manusia. Yang diakhiri dengan kalimat ketujuhnya yaitu ‘Ya Bapa ke dalam tanganmu, Kuserahkan nyawa Ku.’