“Ideas by Talking, Action by Doing”

JAKARTA-REPORTER Sebagai salah satu fakultas bergengsi di Universitas Kristen Indonesia, FISIPOL UKI menyadari pentingnya edukasi bagi mahasiswa, tidak hanya bidang akademik, tetapi juga mendidik mahasiswa-mahasiswinya sebagai generasi yang berperan dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, atau yang disebut Sustainable Development Goals (SDGs).

Ikhsan Kamal Lubis, perwakilan United Nations Information Centre (UNIC) Jakarta, hadir sebagai narasumber Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh FISIPOL (19/9) di Ruang Video Conference UKI. Beliau mendorong mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam program ini, “Kita, sebagai generasi muda harus punya ide atau inisiatif membuat inovasi untuk menciptakan dunia yang lebih baik lagi.”

Tahun 2015, 126 negara, salah satunya Indonesia, mengadakan konferensi dan menjadi salah satu perintis SDGs yang terlibat aktif dalam tahap penetapan 17 tujuan SDGs. SDGs merupakan agenda baru transformasi dari Millennium Development Goals yang dikenal cukup sukses dalam pencapaian 8 goals-nya di berbagai negara.

“Di Indonesia sendiri, pemerintah sudah mengeluarkan Perpres untuk mendukung pelaksanaan pencapaian SDGS ini,” kata Ikhsan.

Beliau menawarkan simple action yang kerap dilakukan generasi muda yaitu share campaign via media sosial, “Contohnya, saya pernah melihat seseorang lakukan aksi mengambil sampah yang bertebaran di pegunungan. Menurut saya, itu sangat inspiratif buat anak-anak muda. Saya capture dan post momen itu sebagai bentuk dukungan untuk program SDGs dan mengajak orang lain untuk aware dengan kebersihan.”

Pendapat yang sama juga datang dari Rizky Ashar Murdiono sebagai Koordinator 2030 Youth Force. Beliau mengajak anak muda untuk tahu isu-isu yang berkaitan dengan SDGs dan yang masih perlu ditangani, “Kalian harus peka dengan lingkungan sekitar !” katanya dengan penuh semangat menekankan bahwa SDGs tidak hanya berkaitan dengan manusia, tetapi juga alam dan satwa.

Youth Force, salah satu network yang tidak hanya aktif mempromosikan SDGs, namun juga sebagai wadah anak muda untuk melakukan action yang mewujudkan SDGs tercapai di tahun 2030.

“Anak muda cenderung punya banyak aksi yang kreatif, sayangnya anak muda tidak ikut dalam penentuan kebijakan. Youth Force bersedia mengadvokasi ide kreatif dari organisasi-organisasi anak muda. Misalnya tentang lingkungan atau inisiatif kreatif untuk melindungi satwa seperti kucing jalanan.”

Beberapa peserta Youth Force sudah melakukan simple action di bidang pendidikan seperti “Indonesia Mengajar” dan mengirimkan buku-buku ke NTT, misalnya. “Lazy Guide adalah aksi yang paling sederhana seperti bijak menggunakan air ketika kita mandi atau tidak buang sampah ketika kita makan

sesuatu.” Rizky menekankan, peran anak muda punya pengaruh besar agar SDGs ini mudah tercapai, “ Kalian cinta Indonesia kan ? Lakukan sesuatu untuk Indonesia,” tandas Rizky.

Di akhir sesi kuliah, Rizky menyampaikan akan mengupayakan agar seluruh informasi SDGs disosialisasikan dan diwujudkan dengan aksi nyata.

“Seperti slogannya, Ideas by Talking, Action by Doing. Melalui program ini, kami menampung seperti apa ide kreatif kalian dan membentuk komunitas sebagai wadah kalian untuk mendiskusikan dan mengerjakan program ide kreatif kalian. Berminat? Bergabunglah bersama kami!” Pungkas Rizky.

(ind)