Menyikapi Arus Globalisasi melalui Kearifan LokalREPORTER - Jumat (21/9) Teras Narang (Gubernur Kalimantan Tengah yang juga merupakan alumni FH UKI era 74) dalam seminar pra kongres UKI bertema Pendidikan Transformatif: Mengangkat Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Menyikapi Arus Globalisasi di Auditorium Grha William Soeryadjaya, Fakultas Kedokteran UKI mengungkapkan mengenai empat pilar yang perlu kita ketahui dalam memajukan dan meningkatkan kesejateraan rakyat. Keempatnya antara lain pembangunan infrastruktur, peningkatan sarana dan pelayanan pendidikan, peningkatan di bidang kesehatan, dan peningkatan perekonomian rakyat. “Infrastruktur yang menjadi kebutuhan rakyat, pendidikan, kesehatan adalah hal penting, tapi itu semua harus melihat juga kondisi perekonomian rakyatnya,” ungkapnya. Selain itu Teras juga berpesan secara tegas, “mari kita pahami tentang nilai kearifan lokal sesuai asal daerah kita. Jika daerah maju, maka bisa berdampak terhadap kemajuan bangsa dalam menghadapi arus globalisasi yang ada. Read more...
hari ini
Kamis, 23 Mei 2013Vinaora Visitors Counter






![]() | Today | 90 |
![]() | Yesterday | 190 |
![]() | This week | 681 |
![]() | Last week | 364 |
![]() | This month | 1789 |
![]() | Last month | 0 |
![]() | All days | 183767 |
Your IP: 72.44.48.122
,
Today: Mei 23, 2013
| Hubungan Internasional dalam Dunia Global |
|
|
|
| Selasa, 26 Juni 2012 05:12 |
![]() Dunia global berarti mendunia, negara-negara menjadi saling terhubungkan dan ditandai oleh saling ketergantungan sehingga hampir tidak ada satu negara pun yang bebas dari pengaruh negara-negara lainnya. Studi pada bidang komunikasi global atau hubungan internasional menjadi pilihan tepat bagi generasi muda mempelajari lebih jauh dan mendalam bagaimana hubungan diplomatik antar negara terjalin baik. Bagaimanapun, generasi muda sekaranglah yang akan memimpin negeri ini. Hubungan Internasional (HI) merupakan cabang studi ilmu politik tentang persoalan-persoalan luar negeri atau isu-isu global di antara negara-negara dalam sistem internasional. Selain ilmu politik, HI menggunakan pelbagai ilmu sebagai kajiannya seperti ekonomi, sejarah, geografi, psikologi, hukum, sosiologi, dan budaya. Tak terkecuali Program Studi S-1 Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (FISIPOL-HI) juga memberikan modul perkuliahan sesuai perkembangan global. Melalui kerja sama antara Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himahi) UKI dengan ICWA (Indonesian Council on World Affairs) dan NINDO atau Network Indonesia, telah menyelenggarakan Short Course on Diplomacy bagi mahasiswa FISIPOL-HI UKI khususnya angkatan 2009. Kegiatan ini semacam kuliah umum singkat, karena dilakukan hanya 2x pertemuan (16 dan 23 Juni 2012). Meski demikian, pembicara sekaligus pemateri yang dihadirkan begitu potensial; Dr Makarim Wibisono Executive Director of ASEAN Foundation, Amiruddin Noor Executive Director of NINDO and Ambassador of Indonesia in Norway, Nazaruddin Nasution SH MA Ambassador of Indonesia in Cambodia, Agus Tarmidzi Ambassador of Indonesia in Austria/Jeneva. Acara berlangsung sejak pagi hingga sore hari di tiap pertemuannya tersebut bertempat di ruang eksekutif FE UKI Cawang, Jakarta. Pembahasan meliputi diskusi isu-isu internasional sesuai kapasitas tiap pemateri dan pemberian skills atau keterampilan langsung kepada mahasiswa baik sikap (attitude) maupun tata cara konsep bagaimana sebuah pertemuan internasional itu dibuat dan dilakukan. Seperti Negotiation Skills oleh Amiruddin Noor, memaparkan dasar-dasar negosiasi antar negara yang bertujuan untuk menyelesaikan sengketa, konflik, dan menciptakan atau merundingkan sesuatu kerja sama baru. Penyampain materi serta diskusi paralel dengan mahasiswa dilakukan dalam bahasa Inggris. Nazaruddin Nasution bahkan memberi kesempatan mahasiswa memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris dan bercerita padanya alasan mengapa studi Hubungan Internasional menjadi pilihan. Cita-cita sebagai diplomat atau keinginan sebagai Duta Besar menjadi sebagian jawaban dari para mahasiswa. “Kalian pasti bisa meraihnya dengan kerja keras belajar dan menggali ilmu sebanyak mungkin, karena karir tersebut bukanlah hal yang biasa. Cakupannya begitu luas.” ujar Nasution menyemangati. Terkait dengan kegiatan Short Course on Diplomacy tersebut, pada (19/06) Moulik D. Berkana, Political Officer Embassy of The United States of America, Indonesia dihadirkan sebagai dosen tamu dan menyampaikan materi perkuliahan bertema “Counter Terorism Policy: Indonesian – US Cooperation (2002-2012)”. Diterangkan Berkana bahwa jalinan kemitraan Indonesia dengan Amerika Serikat dalam tiga hal pokok meliputi keamanan dan politik, ekonomi, pendidikan serta teknologi berjalan positif. Kegiatan kuliah tamu ataupun diskusi dengan pembicara dari dalam maupun luar negeri kerap kali diadakan oleh FISIPOL-HI UKI. Karena, perkembangan global berlangsung cepat dan berita penyampaian oleh praktisinya langsung sangat berbeda dibandingkan ulasan teori dosen di kelas, ungkap Siti Merida, Kepala Program Studi HI UKI. Mahasiswa berkesempatan dialog langsung dengan pembicara secara akademis sekaligus mengasah wawasan dan keterampilan berkomunikasi internasional. (red)
|













