Indonesia dan India Bekerjasama dalam Internasionalisasi Pendidikan Tinggi

“Perguruan Tinggi mempersiapkan mahasiswa untuk mampu berkarya dan berprestasi di tingkat global. Kami mendorong setiap program studi dan fakultas di UKI untuk mengembangkan kerjasama internasional dengan tujuan meningkatkan kompetensi pembelajaran mahasiswa perguruan tinggi,” ujar Wakil Rektor bidang Sumber Daya Manusia dan Kerja Sama UKI, Dr. rer.pol. Ied Veda R. Sitepu, dalam Penandatanganan Memorandum of Understanding antara Universitas Kristen Indonesia dan Jawaharlal Nehru University, India, yang dilakukan secara virtual (15/02).

MoU ditandatangani langsung oleh Vice Chancellor of Jawaharlal Nehru University, Prof. M. Jagadesh Kumar dan Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA. Penandatanganan MoU turut dihadiri secara virtual oleh Director of International Collaboration, Jawaharlal Nehru University, Prof Sharad Soni dan Direktur Kantor Urusan Internasional UKI, Dr. Lisa Gracia Kailola, S.Sos., M.Pd.

UKI dan Jawaharlal Nehru University bekerjasama dan kolaborasi dalam tri dharma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA, mengapresiasi kerja sama antara UKI dan Jawaharlal Nehru University dalam mendukung kesiapan UKI secara internasional, khususnya pengembangan kapasitas para dosen dan mahasiswa. Kerja sama ini juga unuk menanggapi kebijakan pemerintah terkait kebijakan Kampus Merdeka melalui kegiatan internasional, seperti pertukaran dan program magang mahasiswa.

Sebagai salah satu realisasi program dari MoU tersebut, Kantor Urusan Internasional UKI dengan  bangga mempersembahkan webinar India-Indonesia Bilateral Ties: Common Challenges and Prospects.

Webinar internasional ini diikuti oleh peserta dari Indonesia, India dan Filipina, dengan moderator Susanne A.H. Sitohang, S.S., M.A, selaku Dekan Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Kristen Indonesia.

“Indonesia adalah kunci mitra ekonomi untuk India di ASEAN. India mengekspor antara lain produk daging sapi, produk minyak, kendaraan komersial, peralatan telekomunikasi, produk pertanian ke negara Indonesia. Indonesia mengekspor batu bara dan minyak sawit mentah ke India. Kerjasama dan pengaturan bersama di bidang maritim diperlukan untuk mengatasi permasalahan dan ancaman yang muncul di wilayah laut,” tutur Dekan Fisipol UKI, Angel Damayanti, Ph.D, sebagai pembicara dalam webinar.

Direktur Kantor Urusan Internasional UKI, memaparkan internasionalisasi pendidikan menanamkan karakteristik internasional pada mahasiswa yang memiliki pola pikir terbuka pada dunia global, memiliki kompetensi bahasa asing serta sikap toleransi pada orang lain.  

Sebagai narasumber selanjutnya, Assistant  Professor in School of Language Literature and Culture Studies, Jawaharlal Nehru University, Dr. Gautam Kumar Jha, menjelaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu mitra dagang terbesar dari India di kawasan ASEAN dengan nilai perdagangan bilateral lebih dari 20 Milyar US Dollar di tahun 2018.

Selain itu turut hadir sebagai pembicara dalam webinar ini ialah Dr. Sneha, Assistant Professor in School of International Studies, Jawaharlal Nehru University.

Webinar ditutup dengan diskusi interaktif dan seluruh peserta mendapatkan e-certificate. Tayangan lengkap Webinar KUI UKI  dapat dilihat di Youtube International Office UKI.