“Jangan Ragu Memilih Profesi Pajak”

JAKARTA-REPORTER Perwakilan Direktorat Jenderal Pajak Kanwil Jakarta Timur, Liberty Pandiangan, S.E., M.Si., hadir ke Kampus UKI untuk berpartisipasi sebagai narasumber dalam Kuliah Umum “Pertumbuhan Wajib Pajak VS Kebutuhan Ahli Pajak”, yang diselenggarakan oleh Tax Center Fakultas Ekonomi UKI di Ruang Eksekutif FE UKI, Senin kemarin (6/6).

Liberty Pandiangan, S.E., M.Si., yang bekerja sebagai Kepala Bidang P2 Humas Kanwil DJP Jakarta Timur membahas bagaimana perkembangan pajak dan prospek profesi pajak, khususnya di Indonesia.

“Kondisi saat ini, masih banyak orang menghindari pajak. Saya yakin setiap kita mengetahuinya. Itu sebabnya dibutuhkan orang-orang yang ahli di bidang pajak untuk membenahi regulasi terkait dengan itu. Saya berharap, mahasiswa bertanya banyak dan memerhatikan apa yang didapat hari ini,” kata Liberty.

Ada tiga klasifikasi profesi perpajakan yang banyak diminati di Indonesia, di antaranya karyawan perpajakan, pemberi jasa perpajakan (ahli perpajakan), dan pemberi materi perpajakan (dosen/narasumber).

“Di Indonesia, jumlah perusahaan ada sekitar 26,7 juta, tetapi perusahaan menengah-besar tidak mencapai setengah juta, yang lebih banyak itu adalah perusahaan menengah-kecil atau UMKM. Satu perusahaan butuh satu tenaga kerja di bidang perpajakan, artinya saat ini butuh 26,7 juta orang di profesi pajak. Faktanya, kebutuhan saat ini masih kurang,” ujar Liberty.

Liberty menambahkan, dari segi ekonomi, rata-rata pertumbuhan ekonomi adalah 5% per tahun. Pertumbuhan ekonomi ini akan berdampak kepada didirikannya perusahaan-perusahaan baru sehingga kebutuhan tenaga kerja, khususnya profesi pajak juga bertambah.

“Saya kira, informasi data pendapatan pajak 5 tahun kedepan harus perlu diketahui oleh Universitas Kristen Indonesia sehingga mungkin saja nanti muncul orang-orang yang menjadi pengamat ekonomi dari UKI yang mampu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Liberty juga menegaskan kepada para mahasiswa agar tak perlu ragu terjun di bidang perpajakan,

“Jadi, mengacu ke rata-rata pertumbuhan wajib pajak ini, disimpulkan bahwa kebutuhan profesi pajak sangat prospektif dan akan meningkat terus setiap tahunnya. Jadi, jangan ragu memilih profesi ini!”

Dalam sesi diskusi, seorang mahasiswa menanyakan isu penerimaan karyawan perpajakan yang cenderung mengutamakan lulusan STAN.

“Tidak ada istilah meng’anak emas’kan, semua mempunyai kesempatan yang sama. Jangan ragu dengan pilihanmu. Kalau Anda sendiri sudah ragu, Anda akan menjadi pesimis yang akan men-downgrade diri Anda sehingga Anda tidak akan berusaha dan menyalahkan orang lain,” jawab Liberty.

Beberapa pertanyaan dan jawaban-jawaban lugas Liberty mengisi sesi diskusi dan ditutup dengan foto bersama. (nin)