Komitmen UKI Mendampingi Program Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

Upaya menurunkan angka kejadian stunting merupakan program prioritas nasional yang dilakukan dengan pendekatan multi sektor. Dalam pelaksanannya telah ditetapkan kabupaten/kota prioritas dimana Kabupaten Sumedang merupakan salah satunya. Dalam upaya percepatan kegiatan penurunan stunting, Kementerian Kesehatan RI, dalam hal ini Direktorat Gizi Masyarakat melibatkan perguruan tinggi untuk mendampingi program penurunan stunting di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

Universitas Kristen Indonesia berkomitmen bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dan Organisasi Perangkat Daerah siap melakukan pendampingan program pencegahan dan penanggulangan stunting di tingkat Kabupaten/kota, Kecamatan dan Desa di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Fakultas Kedokteran UKI kini juga memiliki Stunting Center yang melayani masyarakat umum dan peneliti-peneliti yang ingin mencari informasi lengkap tentang stunting, “ ungkap Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., M.B.A, dalam workshop ‘Penyamaan Persepsi Perguruan Tinggi pada Program Pencegahan dan Penanggulangan Stunting’.

UKI bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menggelar Workshop untuk menyamakan persepsi perguruan tinggi pada program pencegahan stunting di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Acara digelar di Hotel Best Western, Jakarta Timur, pada tanggal 26 Juni 2019. Pembicara dalam workshop ini diantaranya Prof. Dr. Fasli Jalal., Sp. GK., PhD (Institut Gizi Indonesia) dan Dr. Hera Nurlita, S.SiT, M.Kes (Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan).

Prof. Dr. Fasli Jalal menjelaskan stunting adalah kondisi dimana tinggi badan seseorang lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya. Faktor penyebab stunting bukan hanya soal gizi, tetapi juga soal air bersih, jamban keluarga, pendidikan, kesetaraan gender, kebersihan lingkungan serta faktor pembangunan ekonomi dan pembangunan manusia lainnya.

“Kunci sukses program pencegahan dan penanggulangan stunting yaitu data penderita stunting ditingkat posyandu diperlukan yang memuat nama dan alamat keluarga penderita. Profil dari keluarga yang punya anak stunting perlu dibuat. Profil ini berisi informasi yang diperlukan program dari berbagai kementerian dan lembaga untuk secara konvergen menjadikan keluarga tersebut sebagai prioritas sasaran. Diperlukan kepemimpinan dari kepala desa untuk mengkoordinasikan masuknya program gizi spesifik dan gizi sensitif agar secara konvergen jatuh di keluarga prioritas, “ ujar Prof. Dr. Fasli Jalal.

Dr. Hera Nurlita, S.SiT, M.Kes mengingatkan kembali tiga komponen utama penanggulangan stunting yaitu pola asuh, pola makan dan sanitasi terutama akses kepada air bersih. Kebersihan lingkungan, sanitasi terutama air bersih, pendidikan keluarga terutama ibu dalam memberikan makanan bergizi pada anak sangat penting untuk mencegah stunting.

Fakultas Kedokteran UKI memiliki Stunting Center yang melayani masyarakat umum dan peneliti yang ingin mencari informasi tentang stunting

“Kementerian Kesehatan RI memiliki strategi percepatan perbaikan gizi masyarakat dalam RPJMN 2015 – 2019 diantaranya peningkatan surveilens gizi, peningkatan akses dan mutu paket pelayanan kesehatan dan gizi, peningkatan promosi perilaku masyarakat, peningkatan peran masyarakat dalam perbaikan gizi, penguatan pelaksanaan dan pengawasan untuk regulasi dan standar gizi, penguatan peran lintas sektor, “ terang Dr. Hera Nurlita.

Sebelumnya, FK UKI telah menandatangani MoU kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam pelaksanaan kegiatan PKM FK UKI. Pada tanggal 16 – 20 April 2018, dokter muda FK UKI mengedukasi masyarakat Sumedang tentang stunting yang menghambat pertumbuhan dan kecerdasan anak bangsa.