Kompetisi Peradilan Semu Piala Dekan 3 FH UKI 2018

JAKARTA-REPORTER              Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH UKI) terus melakukan kegiatan-kegiatan akademis untuk meningkatkan kualitas para mahasiswanya. Unit Kegiatan Mahasiswa Peradilan Semu FH UKI kembali mengadakan kompetisi “Internal Moot Court Competition” Piala Dekan 3. Kompetisi ini untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti National Moot Court Competition (NMCC)/ Kompetisi Nasional Peradilan Semu. Tema yang diambil dalam kompetisi internal ini ialah “Equality Before The Law: Penegakan Hukum yang lemah membuat hukum cenderung tumpul keatas sedangkan tajam kebawah”.

Internal Moot Court Competition Piala Dekan 3 diresmikan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hukum dan Kerjasama UKI, Dr. rer.pol. Ied Veda Sitepu, S.S., M.A., pada 5 April 2018, di Auditorium Grha William Soeryadjaya, FK UKI, Cawang.

“Kegiatan kemahasiswaan yang berkaitan dengan kurikulum dan nonkurikulum memberikan nilai lebih kepada mahasiswa. Ajang kompetisi membuat mahasiswa lebih menghargai kemenangan dan kekalahan. Mahasiswa belajar mengenai kehidupan bermasyarakat,” kata Dr. Ied dalam sambutannya.

Salah satu Dewan Juri, Tomson Situmeang, S.H, M.H., menyampaikan bahwa FH UKI memiliki banyak unit kegiatan mahasiswa untuk menyalurkan kegiatan akademik, salah satunya peradilan semu. Nantinya dewan juri akan memberikan kritik bagi peserta untuk kemajuan mahasiswa ketika berlomba di luar UKI.

Kepala Program Studi Ilmu Hukum UKI, Chandra Aritonang, S.H.,M.H., berpesan, “Mahasiswa berkompetisi dengan jujur untuk mempersiapkan National Moot Court.  Di Bulan Agustus 2018, Kemenkumham akan bekerja sama dengan FH UKI untuk mengadakan National Moot Court,” ungkap beliau.

“Tema kasus persidangan yang kami ambil ialah tentang pembunuhan. Kami melihat saat ini tidak ada keseteraan penerapan hukum. Penegakan hukum cenderung tumpul ke atas. Kompetisi ini diharapkan dapat melahirkan mahasiswa yang berkualitas,” ujar Ketua Pelaksana peradilan semu FH UKI, Miangongano Galbat. Acara dilanjutkan dengan pengucapan janji peserta dan pembacaan sumpah juri.

Kompetisi Peradilan Semu FH UKI diselenggarakan pada tanggal 6 April 2018 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ada enam tim yang bertanding dengan berbagai peran di persidangan. Satu tim terdiri dari 16 peserta.

Kriteria penilaian persidangan ialah kesesuaian sidang dengan berkas, kesesuaian peraturan perundang-undangan dengan hukum materill dan hukum formil, penampilan dan kreatifitas, ketepatan waktu dari persidangan.

Dewan juri dalam kompetisi ini di antaranya Tomson Situmeang, S.H., M.H. (Dosen FH UKI), Radisman Saragih, S.H., M.H. (Dosen FH UKI), Dr. Manotar Tampubolon, S.H., M.H. (Dosen FH UKI), Esther Agustina, S.H. (praktisi advokat), Mahfudin, S.H., M.H. (Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat), H. Duta Baskara, S.H.,M.H. (Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat), Andri Saputra, S.H., M.H. (Jaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat), Santoso S.H. (Jaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat).

Berikut nama-nama pemenang dalam Kompetisi Internal Peradilan Semu FH UKI:

  • Berkas terbaik : TIM GOMOS (B1)
  • Majelis Hakim Terbaik : Resa Rudang Reliana Harianja, Meylina Theresia Sitanggang, Kevin  Marihot Situmorang.
  • Penuntut Umum Terbaik : Alda Abigael, Amon Fiago Sianipar
  • Penasehat Hukum Terbaik : Rico Saut Alexander, Beauty Kezhia Sevenny Hutabarat.
  • Panitera Terbaik: Sonia Sondang Melissa Agatha
  • Saksi atau Ahli Terbaik : Hana Destiana, Grace Elly Tegai, Rudi Sidabutar, Viando Frederik Ompi
  • Terdakwa Terbaik : Javier Alexander

Juara 1: TIM GOMOS (B1)

Juara 2: TIM DADING (A1)

Juara 3: TIM DEVOUT (B2)