Kuliah Umum “Being Christian in Pluralistic Society”

JAKARTA-REPORTER              Program Studi Magister Pendidikan Agama Kristen (MPAK) Program Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggelar Kuliah umum dengan tema “Being Christian In Pluralistic Society”.  Kuliah umum ini disampaikan oleh Prof. Paul Arthur Marshall yang merupakan Advisor on Religious Freedom Harvard University. Kuliah umum digelar di Ruang Video Conference, Kampus UKI Cawang, pada Rabu, 28 Maret 2018.

“Sebagai orang Kristen yang tinggal di tengah keberagaman masyarakat, haruslah mengasihi semua orang karena Allah mengasihi semua orang. Allah menghendaki untuk mengasihi orang yang memusuhi kita. Kita tinggal di masyarakat dengan perbedaan yang beragam dan hal tersebut memperkaya diri kita. Kita harus bisa menikmati dan menghargai orang yang berbeda keyakinan dan berbeda budaya untuk memperkaya diri kita,”ujar Prof. Marshall.

Sesuai dengan bunyi ayat kitab suci Keluaran 22:21 yang berbunyi “Janganlah kautindas atau kautekan seorang yang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.”

Prof Marshall mengingatkan bahwa kita harus menghadapi perbedaan yang buruk dan yang baik. Kita tinggal di antara masyarakat dan terus mengusahakan kesejahteraan. Gereja Kristen berada di tengah pluralisme dan tetap terus menginjil. Gereja tidak boleh memaksa orang untuk mengikuti namun tetap menyampaikan khotbah.

Dosen Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Dr. Demsy Jura, M.Th., sebagai penanggap juga turut serta menyampaikan bahwa pluralisme adalah fakta yang terjadi di tengah masyarakat. Orang Kristen mendapat panggilan untuk saling mengasihi hal yang baik dan buruk di tengah keberagaman.

Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Kristen, Dr. Desi Sianipar, M.Th, menutup kuliah umum dengan menjelaskan pluralistik merupakan ideologi dan fakta sosial yang menjadi tantangan di Indonesia. Kuliah ini penting untuk memperkuat penyusunan kurikulum Program Studi Magister Pendidikan Agama Kristen.