Investasi Saham: Peluang dan Risikonya

Investasi saham saat ini mulai diminati generasi muda (milenial), dan sudah menjadi tren anak muda untuk berinvestasi di pasar modal. Selama pandemi Covid – 19 yang sudah memasuki dua tahun, banyak dari mereka yang mencoba ke pasar modal untuk meraih cuan.  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengedukasi investor, sebelum berinvestasi di saham, calon investor harus lebih dulu paham terhadap peluang dan risiko berinvestasi saham.

“Berinvestasi di saham harus all out meluangkan waktu membaca laporan keuangan perusahaan yang akan dipilih atau dibeli sahamnya untuk berinvestasi. Perhatikan tata kelola perusahaan yang akan dibeli sahamnya. Selanjutnya pilih tipe orang pemilik perusahaan yang jujur, memiliki visi serta berintegritas,” ujar Lo Kheng Hong dalam Kuliah Umum ‘Investasi Saham : Peluang dan Risikonya’ yang diselenggarakan Prodi Magister Manajemen UKI (24/09).

Lo Kheng Hong yang merupaan seorang investor saham Indonesia juga menyarankan dalam berinvestasi saham sebainya pilih saham yang berisiko rendah. Dan tidak mengutamakan bermain di Trading (selling and buying), tetapi pilih bermain untuk waktu jangka panjang (long run).

Ketua Program Studi Magister Manajemen UKI, Dr. Poerwaningsih S. Legowo, MS.Tr, menjelaskan “Kita bisa memilih harga saham yang terjangkau. Investasi saham juga mudah dilakukan serta fleksibel. Keuntungan dari berinvestasi di saham kita akan memperoleh keuntungan. Keuntungan yang maksimal  bisa  diraih jika kita mampu menganalisis pasar dengan baik dan memilih saham mana yang tepat untuk dijadikan investasi.”

Lo Kheng Hong sebagai narasumber dalam Kuliah Umum ‘Investasi Saham : Peluang dan Risikonya’ yang diselenggarakan Prodi Magister Manajemen UKI (24/09).

Menurut Dr. Poerwaningsih, investor harus tahu bahwa keuntungan bisa didapatkan dari kenaikkan harga saham yang dimiliki atau capital gain. Investor berhak atas deviden jika perusahaan memutuskan untuk membagikan laba kepada para pemegang saham. Makin besar saham yang dimiliki investor makin besar pula persentase dividen yang diterima.

“Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Jika investor membeli saham meski hanya satu lot, dia berhak mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham,” ujarnya lagi.

Peluang keuntungan yang tinggi dari investasi saham biasanya akan dibarengi  risiko yang tinggi pula (high risk high return). Oleh sebab itu harus dipikirkan, rencana berinvestasi di saham bukan hanya memikirkan soal keuntungan, tapi juga risiko yang akan menyertainya.

Tindakan preventif atau mitigasi atas risiko investasi saham

Berikut adalah beberapa tindakan preventif atau mitigasi atas risiko investasi saham:

  1. Lakukan Diversifikasi Portofolio pada Investasi

Sebaiknya tidak memasukkan  seluruh dana yang kita miliki pada satu instrumen saja. Sebagai investor, harus bisa mengukur dan membatasi eksposur (obyek yang akan menerima risiko) pada jenis investasi tertentu. Ini disebut melakukan diversifikasi portofolio.

  • Mulai Investasi dengan Dana Sedikit

Mulailah investasi dalam jumlah yang sedikit. Pahami terlebih dulu  instrumen sedikit demi sedikit dan strategi terbaik untuk menangani risikonya. Belajar membaca dan mengetahu laporan keuangan (fundamental keuangan ) company yang akan kita beli sahamnya Investor harus benar-benar mengalami langsung dalam bermain saham. Karena pengalaman sendiri akan berbeda dengan pengalaman orang lain. 

  • Pilihlah Investasi Jangka Panjang

Investasi saham dalam jangka panjang identik dengan keuntungan yang kecil. Namun risikonya relatif lebih kecil dibandingkan jenis investasi lain. Selain jangka waktunya, cara membelinya pun harus bertahap, ini berkaitan dengan titik support dan titik resistance.

  • Lakukan Analisis Secara Mendalam

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada suatu instrumen investasi, kita  wajib mengenal lebih dulu instrumen tersebut. Bukan hanya itu, investor juga perlu melakukan analisis yang mendalam terhadap sektor-sektor yang ingin dipilih.

  • Gunakan Strategi Cut Loss

Strategi cut loss adalah menjual saham yang rugi dengan harga tertentu. Amannya, cut loss dapat dilakukan jika harga saham turun lebih dari lima persen. Dana yang dapatkan dari penjualan saham tersebut bisa dipindahkan pada perusahaan lain yang sedang naik. Sekali lagi, untuk menentukan hal ini, kita  membutuhkan pengalaman dan jam terbang di dunia investasi.

  • Gunakan Uang yang Tidak diperlukan Pada Waktu Tertentu

Investasi, terutama yang berisiko tinggi, tidak bisa diprediksi. Tren bisa naik, bisa juga turun seketika. Karena itu, kamu tidak bisa mengharapkan imbal baliknya secara pasti. Supaya tidak mengalami kerepotan, jangan menggunakan uang yang ternyata diperlukan pada waktu tertentu. Sebaiknya, sisihkan dana investasi dari pemasukan dengan alokasi tertentu. Dengan cara ini,  investor dapat mengendalikan risiko investasi tanpa memengaruhi bujet bulanan. Jadi, risiko investasi memang tidak bisa dihindari. Setiap investor harus pandai mengukur risiko tersebut dan mengelolanya dengan strategi terbaik.

Moderator dalam kuliah umum ini ialah Dosen Prodi Magister Manajemen UKI, Dr. Indra Gunawan, S.T., ME. Tayangan lengkap Kuliah Umum dapat dilihat di Youtube Official UKI Jakarta dengan tautan https://www.youtube.com/watch?v=pMcAuSfkb-A