Mahasiswa Ilmu Komunikasi UKI: Ayo Kembangkan Personal Branding !

Sisca JKT48 yang sekaligus mahasiswa Ilmu Komunikasi UKI Jakarta, menceritakan pentingnya personal branding agar publik atau masyarakat lebih mengenal dan mengetahui kompetensi yang ada pada diri seseorang.

“Kita harus mengenali apa kelebihan dan kelemahan diri kita, lalu hal yang menarik dari diri kita dan tunjukkan ke publik. Kita harus sadar diri kita tidak bisa lebih baik dari orang lain. Tapi kita harus menemukan apa yang berbeda pada diri kita dari orang lain,” ujar pemilik nama lengkap Fransisca Saraswati Puspa Dewi dalam webinar Pengabdian Kepada Masyarakat “Getting To Know Personal Branding”, pada tanggal 15 Juni 2021.

Sisca berpesan, “Jangan terlalu menuntut diri sendiri untuk lebih baik dari orang lain. Dalam membentuk personal branding, jangan lupa kebahagiaan diri kita sendiri.”

Bagi seorang public figure atau influencer, personal branding menjadi hal penting namun terus belajar mengembangkan diri dan mengevaluasi diri dari kritik atau saran orang lain. 

Kaprodi Ilmu Komunikasi Fisipol UKI, Singgih Sasongko, S.IP., M. Si., turut mengingatkan untuk menggunakan semua perangkat media sosial yang dimiliki untuk meningkatkan personal branding. “Siapapun dirimu, orang lain harus mengetahuinya,” tutur Singgih Sasongko.

Mahasiswi Ilmu Komunikasi UKI, Enny Abigail, yang menjadi narasumber dalam webinar ini menjelaskan personal branding harus berasal dari diri kita sendiri.

 “Kemampuan menjadi diri kita sendiri yang apa adanya. Personal Branding tidak dibangun dengan pencitraan namun harus sesuai kepribadian kita. Lalu tunjukkan diri kita melalui platform yang kita pilih, contohnya maksimalkan semua fitur instagram,” ujar Ketua Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat ‘Getting To Know Personal Branding’ ini.

“Dengan memberitahu kemampuan diri kita ke orang lain tentang diri kita, kita jadi membuka kesempatan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi diri kita. Dalam membangun personal branding, salah satu hal yang harus dimiliki adalah kemampuan kepemimpinan untuk dapat meyakinkan publik percaya  dengan apa yang kita berikan,” tambah Abigail.

Webinar diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif dari seluruh peserta.