“Menjadi yang Terbaik, Butuh Proses”

JAKARTA-REPORTER Kamis (27/7), Dr. Drs. Moch. Fauzie (Universitas Brawijaya) dan Dr. Suranto, M. Pol (Universitas Muhammadiyah) sebagai perwakilan Tim Asesor BAN-PT melakukan visitasi ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (FISIPOL UKI) dalam rangka akreditasi Program Studi Ilmu Politik (IPOL). Hal ini juga bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan Rapat Kerja UKI 2017. Namun, ini tidak mengurangi semangat para Pimpinan Rektorat dan Fakultas, khususnya Dekan Fisipol UKI, Angel Damayanti, M. Si., dalam menyambut kehadiran Tim Assessor di Ruang Rapat Rektor.

Rektor UKI, Dr. Maruarar Siahaan, S.H, menyampaikan harapannya kepada kedua asessor agar melakukan penilaian dengan baik, “Kami berharap kedatangan para Asesor sebagai pihak eksternal UKI mampu memberikan dorongan positif supaya Prodi Ilmu Politik kedepannya bisa lebih baik lagi,” ujar Rektor.

Asesor BAN-PT tidak ditugaskan untuk memberikan pengawasan atau pinalti hukuman untuk institusi atau universitas, itu tanggapan Fauzie terhadap harapan Bapak Rektor. Beliau menyampaikan dengan jelas penugasan mereka selama visitasi berjalan. “Kami ditugaskan BAN-PT untuk melihat bagaimana assessment kecukupan berdasarkan aturan yang sudah disampaikan Fakultas ke DIKTI sesuai dengan realisasinya di lapangan. Kemudian, melakukan pembinaan secara keilmuan dan moral bagaimana supaya Prodi IPOL lebih maju.”

Saat ini, usia Prodi IPOL terhitung sudah dua tahun sejak didirikan. Namun, dengan pengalaman UKI yang sudah berkiprah di dunia pendidikan selama puluhan tahun, Fauzie meyakini IPOL pasti bisa menjadi lebih baik.

“Harapan kami pastinya Prodi Ilmu Politik UKI bisa menjadi yang terbaik. Tentu saja yang terbaik pasti butuh proses pembelajaran. UKI pun bisa menjadi besar seperti ini juga karena ada proses yang sangat panjang,” ujar Fauzie.

Sesuai tidaknya hasil assessment tergantung pada kesesuaian standar yang sudah dijalankan dan penilaian yang dilakukan apa adanya, sesuai fakta di lapangan. Fauzie menuturkan demikan di akhir kata sambutannya.

Sunarto menambahkan, “Borang merupakan satu-satunya potret yang bisa dibaca dan biasanya disusun sebagus mungkin. Nah, disini kami akan verifikasi antara yang di potret dan di lapangan. Tidak bisa dipungkiri, terkadang hasil di lapangan lebih bagus dari potretnya.” Oleh karena itu, ketersediaan dokumen yang dibutuhkan selama proses akreditasi merupakan bentuk kerja sama yang diharapkan kedua assessor dari fakultas supaya visitasi dapat berjalan dengan lancar.

“Kami berharap, bapak-bapak dapat menilai dengan objektif selama visitasi berlangsung. Karena kalau tidak objektif, Prodi IPOL tidak akan menjadi yang terbaik,” pungkas Rektor.

(jeh/ind)