Menjaga Kesehatan Mental Melalui “Mindfulness”

“Di masa pandemik Covid-19, perasaan emosi negatif seperti khawatir, takut, gelisah, bingung, sedih, kecewa, marah dapat muncul di dalam hidup sehari-hari. Tentu saja sebagai manusia, kita tidak menyukai kehadiran emosi negative. Namun emosi negatif selalu hadir dalam diri manusia, “ ujar Kepala Unit Pelayanan Kerohanian dan Konseling (UPKK) UKI, Ekarina Sitepu, S.H., M.Pd.K., dalam kegiatan “Mindfulness”.

Pada hari Jumat, 12 Juni 2020, UPKK UKI melaksanakan kegiatan bertema “Mindfulness” untuk tenaga pendidik dan kependidikan UKI melalui aplikasi Microsoft Teams. Narasumber dalam kegiatan ini ialah Konselor UPKK UKI, Agape Ndraha, M.Si.

“Alkitab berkata, bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, menangislah dengan orang yang menangis. Ketika kita tidak mengenali dan menerima emosi negatif dalam diri kita, bagaimana kita bisa menangis bersama orang yang menangis? Bagaimana kita bisa menguatkan orang yang berduka ketika kita tidak mengerti seperti apa rasanya berduka?,” ujar Agape Ndraha.

Ekarina Sitepu menjelaskan bahwa Emosi bukanlah hal yang buruk karena emosi akan menolong kita untuk lebih bisa berelasi dengan orang lain. Kegiatan ini dapat membantu warga UKI berlatih mempraktekkan mindfulness yang dapat  menghilangkan stres dan meningkatkan produktivitas kerja.

UPKK UKI mencoba merancang kegiatan ‘Mindfulness’ yang diharapkan mampu menolong warga UKI lebih tenang dan lebih menyadari apa adanya terhadap dirinya sendiri dan mampu mengenali perasaan dalam diri sendiri.

“Kegiatan ini merupakan latihan atau perkenalan mindfulness dengan harapan warga UKI memahami lebih utuh serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang beranggapan mindfulness adalah meditasi karena memang perbedaannya sangat tipis. Meditasi dan mindfulness merupakan bentuk kontemplasi, kesadaran atau refleksi. Hanya saja meditasi levelnya lebih tinggi untuk melatih kesadaran. Sedangkan mindfulness berkaitan dengan kesadaran pada peristiwa saat ini. Artinya menyadari apa yang kita lakukan, bahkan menyadari setiap tarikan nafas kita,” urai Ekarina.

Beberapa peserta ada yang sudah memahami mindfulness dan ada juga yang baru pertama kali mendengarnya. Kegiatan ini menjadi peluang bagi UPKK untuk menggerakkan warga UKI untuk menerapkan pola mindful dalam kehidupan sehari-hari sembari terus menyemangati warga UKI peduli dan peka terhadap kesehatan mental (psikis). (ics)