Menteri Yohana Yembise hadiri Seminar Family Folder FK UKI

Untuk kedua kalinya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Prof. DR. Yohana Susan Yembise, Dip.Apling, M.A., mendatangi Kampus Kasih Universitas Kristen Indonesia (UKI). Beliau menghadiri seminar Program Family Folder FK UKI bertema “One Student Save One Family” yang diselenggarakan di Auditorium Grha William Soeryadjaya, FK UKI, Kampus Cawang, Jaktim (26/1), sebagai keynote speaker.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Fakultas Kedokteran UKI, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM UKI), dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KEMENPPA) RI.

Menteri Yohana mengapresiasi program Family Folder yang dicanangkan oleh UKI, ia berharap kegiatan seperti ini dapat dicontoh oleh kampus-kampus lainnya.

“Saya sangat mengapresiasi inisiasi UKI untuk membuat program ini. Saya berharap program ini bisa berhasil sehingga bisa diikuti universitas-universitas lainnya,” ujar Menteri Yohana.

Beliau juga menuturkan bahwa program “One Student Save One Family” sangat penting karena para mahasiswa nantinya akan menjadi seorang pemimpin, dan ini merupakan salah satu bekal di masa yang akan datang.yohana-yembise

“Kalian-kalian ini akan jadi pemimpin nantinya, kalian harus mempersiapkan 25 tahun ke depan akan menjadi apa, jangan sampai kaget sehingga kalau ada di antara kalian yang menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kalian sudah tahu,” pesan Menteri Yohana Yembise.

Menurut Ketua LPPM UKI, Prof. Dr. Ir. Charles O.P. Marpaung, M.S., yang juga menjadi salah satu narasumber dalam seminar tersebut, Family Forder (berkas rumah tangga) merupakan buku yang mencatat riwayat kesehatan dari suatu keluarga, yang berisi berkas rekam medis yang mendokumentasikan riwayat penyakit anggota keluarga sehingga dapat diketahui tingkat kesehatan keluarganya.

Berdasarkan pemaparan dari salah satu mahasiswi Fakultas Kedokteran UKI, Nathalie Bangun (2015), para mahasiswa FK UKI telah mendata Status Kesehatan Ibu Hamil dan Menyusui di Wilayah Kelurahan Cawang, Jaktim. Mereka mengambil sampel dari 183 ayah, 183 ibu, dan 366 anak, karena jumlah mahasiswa yang mengikuti program tersebut sebanyak 183 orang, sehingga masing-masing anak bertanggung jawab terhadap satu keluarga di Kelurahan Cawang.

Program Family Folder ini menjadi salah satu program pengabdian UKI kepada masyarakat, khususnya di wilayah kelurahan Cawang yang dekat dengan Kampus UKI.

Selain mengundang Menteri PPPA, panitia juga menghadirkan dr. Hadi Puspita, beliau adalah penggagas program kesehatan yang sudah menasional dan diadopsi oleh Kementerian Kesehatan, yakni Sutera Emas (Surveillance Epidemiology Terpadu Berbasis Masyarakat).

Sutera Emas dirintis pada 2004 lalu di Kepanjen, ketika dr. Hadi masih menjabat sebagai kepala Puskesmas Kepanjen. Filosofi dari Sutera Emas adalah early case finding, early case recording, early case handling, community empowering, dan real time activities dengan membuat istilah “One RT One Kader”. Menurut beliau, yang menjadi ujung tombak Sutera Emas adalah masyarakat itu sendiri.

(lis/jeh)