PELATIHAN ASTOR ETIKA KRISTEN 2017

JAKARTA-REPORTER Unit Pelayanan Kerohanian dan Konseling (UPKK UKI) mengadakan pelatihan dan pembinaan bagi calon Asisten Tutorial (ASTOR) untuk Mata Kuliah Etika Kristen Tahun Ajaran 2017/2018 selama 3 hari, tanggal 8-10 Agustus 2017 di Ruang Video Conference Lantai 2, Gedung AB, Kampus UKI Cawang. Kegiatan ini diikuti oleh 35 mahasiswa/i yang akan dibekali ilmu untuk mendampingi Mahasiswa Baru T.A 2017/2018.

Pdt. Esther Rela Intarti, M. Th., Kepala UPKK UKI, membuka acara dengan doa dan menyampaikan arahan kepada para peserta,

“Terima kasih untuk panggilan Tuhan yang saudara-saudara jawab. Kesediaan kalian adalah suatu anugerah. Kalian akan mendampingi adik-adik kalian dalam mengenal dan beradaptasi di UKI sehingga kalian adalah penyeimbang pelayan di UKI,” kata Pdt. Esther.

Setelah itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Hukum dan Kerja Sama, Dr. Dhaniswara Harjono, S.H., MH., secara resmi membuka kegiatan Pelatihan dan pembinaan Calon Asisten Tutorial Mata Kuliah Etika Kristen. Dalam sambutannya, beliau memberikan motivasi kepada peserta untuk tetap semangat mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya masih ingat, saya juga Alumni UKI dan saya pernah ada di posisi sebagai mahasiswa. Saya yakin dan percata pendidikan pelatihan ASTOR bukan suatu kebetulan, ini adalah rencana Tuhan bahwa kalian akan menikmati Etika Kristen dan membimbing adik-adik kalian. Selain mendapatkan ilmu, ini juga bisa menajdi bekal bagi kalian di masa depan,” ujar beliau.

Sementara itu, Pdt. Indri Jatmoko, S. Th., MM , Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, menyampaikan pesan agar mereka mengikuti kegiatan hingga hari terakhir dan menjadikannya sebagai momentum yang indah.

“Teman-teman harus punya treatment atau upaya supaya adik-adik kalian dengan jangka waktu seminggu itu bukan menjadi hal yang membosankan tetapi menjadi hal yang dirindukan. Lebih sempurna lagi apabila teman-teman dapat mengembangkan potensi dan kemampuan diri. Saya berharap teman-teman tetap semangat sampai tiga hari. Itu mometum yang indah karena itu menjadi sesuatu yangg tak bisa dilupakan karena teman-teman menjadi role model,” pungkas Pdt. Indri.

(lis/jeh)