Pelatihan dan Penyegaran Tutor FK UKI TA 2017/2018

JAKARTA-REPORTER       Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FK UKI) mengadakan Pelatihan Dan Penyegaran Tutor Tahun Akademik 2017/2018 pada Kamis, 29 November 2017, bertempat di Ruang Kuliah Lantai 5 Gedung Grha William Soeryadjaya FK UKI, Cawang. FK UKI bekerja sama dengan Pakar Medical Education FK UPN Veteran Jakarta bertukar pengalaman selama menjalani kelas tutorial untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran.

dr. Sisirawaty, MS., Sp. Park., Wakil Dekan bidang Akademik FK UKI, mengatakan setiap tahun diadakan pelatihan bagi dosen yang akan membimbing kelas tutorial. Pelatihan tutorial ini ditujukan untuk dosen yang akan bergabung dan untuk memperbarui pengetahuan dosen yang sudah lama menjadi tutor. Penyegaran tutor dilakukan untuk memberikan evaluasi terhadap proses tutorial di FK UKI sehingga ke depannya dapat memperbaiki proses tutorial di FK UKI.

“Kurikulum FK UKI berbasis kompetensi. Salah satu kegiatan dalam kurikulum ini adalah tutorial. FK UKI menggunakan metode belajar dengan problem based learning. Mahasiswa FK UKI mendapat kelas tutorial dua kali dalam seminggu. Tutorial diberikan secara berkelompok dengan berdiskusi tentang suatu clinic case. Diskusi dilakukan dengan didampingi dosen pembimbing atau tutor,” ujar dr. Sisi.

Pembicara pertama dalam pelatihan ini adalah Nurfitri Bustamam, S.Si., M. Kes., M.Pd.Ked., dari UPN Veteran Jakarta. Nurfitri Bustamam mengatakan, kemampuan tutor sangat menentukan keberhasilan pemahaman mahasiswa. Peran tutor dalam metode problem based  learning ini adalah memfasilitasi proses belajar mandiri dan  mendukung kerja sama antar mahasiswa. Metode pembelajaran dengan problem based learning bertujuan agar pengetahuan dapat diingat kembali dan diaplikasikan dalam konteks klinis. Tugas tutor lainnya adalah mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, meningkatkan motivasi belajar dan mengembangkan kompetensi komunikasi.

dr. Anisah, M.Pd.Ked. menjelaskan, distribusi kemampuan mahasiswa haruslah sama di dalam suatu kelompok. Evaluasi terhadap tutor harus dilakukan secara rutin dan harus ada panduan untuk tutor. Evaluasi juga dilakukan terhadap mahasiswa dan clinic case yang diberikan. “Tutor jangan asal memberi nilai bagus untuk mahasiswa karena mahasiswa menjadi kurang termotivasi. Tutor atau fasilitator juga jangan terlalu diam dan harus mengikuti diskusi yang ada di mahasiswa,” ucap dokter dari UPN Veteran Jakarta ini.

dr. Agneta Irmarahayu, M.Pd.Ked. menambahkan, tutor harus dapat mengetahui kekurangan pengetahuan mahasiswa, memberi tantangan mahasiswa untuk mendapat strategi berpikir yang baru, melihat perkembangan mahasiswa, mengevaluasi kemampuan mahasiswa, dan menjadi tempat kosultasi dari mahasiswa.

Narasumber lainnya, yaitu dr. Hikmah Muktamiroh, MMedEd., mengingatkan ada beberapa hal yang menghambat keberhasilan proses tutorial. Mahasiswa tidak boleh mendominasi diskusi permasalahan dan tidak diperkenankan mempermalukan temannya yang sedang berbicara. Mahasiswa sebaiknya mempersiapkan bahan diskusi agar proses diskusi menjadi berkualitas.

“Tutor yang tidak ramah dan terlalu sibuk dengan pekerjaan lainnya akan menjadi kendala dalam proses tutorial. Tutor juga sebaiknya jangan selalu menginterupsi diskusi mahasiswa,” ujar dr. Hikmah.

Selain itu, dr. Hanna Windyantini, M.Pd.Ked. juga memberikan masukan agar tutor dapat memberikan nasehat kepada mahasiswa dan bukan mempermalukan mahasiswa di depan teman-temannya.

“Umpan balik merupakan bagian integral dari setiap pengalaman belajar. Umpan balik bertujuan sebagai panduan dalam mencapai prestasi dan bukan untuk mengkritik atau menghakimi. Umpan balik lebih baik bersifat spesifik misalnya dalam kejadian, proses, isi, dan deksripsi,“ terang Dr. Hanna Windyantini, M.Pd.Ked.