Peluncuran Fakultas Ekonomi dan Bisnis UKI

JAKARTA-REPORTER              Universitas Kristen Indonesia (UKI) melakukan transformasi di bidang kurikulum, proses belajar mengajar, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Transformasi dilakukan oleh semua unit di dalam universitas dengan berkolaborasi secara bersama-sama. UKI kini memiliki Fakultas Ekonomi Bisnis  (FEB UKI) yang dulunya bernama Fakultas Ekonomi (FE UKI), FEB UKI diharapkan meluluskan pelaku bisnis yang aktif di tengah bangsa.

Peresmian nama baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis UKI diluncurkan pada Kamis, 30 November 2017 di Gedung Auditorium Grha William Soeryadjaya, Kampus UKI Cawang, yang dihadiri para pelaku bisnis, dosen, dan mahasiswa. Fakultas Ekonomi dan Bisnis UKI juga menambah  Prodi Manajemen dengan konsentrasi Logistic Operational dan Digital Business.  

Pemukulan gong oleh Rektor UKI, Dr. Maruarar Siahaan SH menandai awal dibukanya Fakultas Ekonomi Bisnis UKI. Rektor mengatakan, UKI memiliki visi yang sama dengan Presiden Joko Widodo untuk segera melakukan transformasi kurikulum-kurikulum secara inovatif yang dibutuhkan dunia kerja.

Pemukulan gong oleh Rektor UKI, Dr. Maruarar Siahaan, S.H., saat peluncuran FEB UKI

“Saat ini perkembangan teknologi sangat cepat. Dosen dan mahasiswa harus bersaing dan bekerja sama untuk semakin berkembang,” ucap Dr. Maruarar Siahaan, S.H.

DrJosephine Tobing, S.E., M.S., Dekan FEB UKI, mengatakan metode pengajaran di universitas diubah menjadi partisipatif dengan dukungan multimedia. Sarana dan prasarana juga akan disiapkan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa tipe milenial, seperti kelas partisipatif dan ruang student centre learning. Bentuk kelas untuk diskusi akan dibuat lebih futuristik agar tidak membosankan.

Di sisi lain, Kaprodi Manajemen FEB UKI, Dr. Posma Hutasoit menuturkan, UKI sebagai universitas swasta tertua di Indonesia yang lahir tahun 1953, telah menangkap adanya suatu peluang untuk melakukan transformasi menuju ekonomi baru.

Launching Fakultas Ekonomi Bisnis UKI dihadiri juga oleh Dr. Ferry Jie Ph.D., dari School Business and Law, Edith Cowan University Western Australia. Dr. Ferry mengatakan, teknologi semakin berkembang dalam mendukung pengajaran di universitas. Teknologi membuat sistem pengajaran menjadi bervariasi dan fleksibel.

“Sistem pendidikan di Indonesia belum bisa diubah 100 % menggunakan teknologi. Indonesia bisa memulai dengan menggabungkan cara pengajaran tradisional dan menggunakan teknologi. Perubahan dimulai bertahap untuk penggunaan teknologi pada pendidikan. Dosen sebaiknya mendapat pelatihan dan jangan memakai buku lama. Sumber daya manusianya juga harus ditingkatkan kemampuannya,” ujar lulusan University of Sydney ini.

Dr. Ferry Jie, Ph.D memaparkan, Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke sehingga harus ada pemerataan teknologi di seluruh Indonesia. Universitas sebaiknya memiliki perusahaan rekanan di daerah lain yang bekerja sama dengan kampus untuk membantu peningkatan teknologi. Selanjutnya perguruan tinggi dapat menambah program studi baru yang sesuai lapangan kerja dibutuhkan pasar.

UKI juga menghadirkan pembicara dari Otoritas Jasa Keuangan sebagai pihak regulator lembaga keuangan. Dr. Hendrikus Passagi, Direktur Pengaturan Perijinan dan Pengawasan Fintech OJK, mengatakan perdagangan online semakin berkembag karena mendekatkan produsen dan konsumen denga harga produk yang reatif murah. OJK sebagai regulator sangat mendukung bisnis online. Pelaku usaha kecil dapat menjual barangnya di tempat lain dengan cara penjualan online. OJK membantu pendanaan pelaku usaha di sektor hulu. Misalnya petani yang membutuhkan modal kerja untuk memulai pengolahan sawahnya.

Selain mereka, hadir pula pelaku bisnis dari Penerbit Buku Erlangga. Penerbit Erlangga yang berdiri sejak 1652 telah berekspansi menjadi Toko Erlangga online karena banyaknya toko buku online baru yang bermunculan. Penerbit Erlangga menyediakan produk buku secara online dan website yang bisa diakses oleh guru-guru. Contohnya adalah website www.erlanggaexam.com di mana guru-guru bisa mengakses alamat website tersebut untuk membuat soal. Penerbit erlangga juga menerbitkan buku dalam Qr-code dengan bentuk barcode sehingga guru dapat mengakses buku secara online. Buku online Erlangga dijual pada google books.

Sukses selalu untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia!