PENANDATANGANAN MoU FAKULTAS HUKUM UKI & DIRJEN HKI “Kerja Sama Pelatihan Konsultan Kekayaan Intelektual”

JAKARTA-REPORTER Dalam rangka menindaklanjuti Nota Kesepahaman No. HKI.HM.05.05.05 dan No.16/PKS-UKI/08.2015, pada tanggal 14 Agustus 2015 yang lalu, antara Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Dirjen HKI Kemenkumham RI) dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI), maka pada Rabu (16/3), bertempat di Gedung Direktorat Jenderal HKI, Kuningan, Jakarta, Fakultas Hukum UKI melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktorat Jenderal HKI tentang “Penyelenggaraan Pelatihan Konsultan Kekayaan Intelektual.

Tujuan diadakan kerja sama tersebut adalah untuk mendidik dan mempersiapkan calon konsultan kekayaan intelektual yang profesional, handal dan berkualitas, serta menyediakan sarana pelatihan sebagai syarat bagi calon konsultan kekayaan intlektual yang akan diangkat menjadi konsultan kekayaan intelektual terdaftar.

12140952_1190520287644923_1058967398796333505_o
Suasana rapat di ruang rapat Direktorat Jenderal HKI

Kerja sama ini adalah sebuah kesempatan yang sangat baik bagi Universitas Kristen Indonesia karena sudah diberikan kepercayaan oleh Dirjen HKI untuk menyelenggarakan Pelatihan bagi para calon konsultan kekayaan intelektual.

Pihak Universitas Kristen Indonesia yang diwakili oleh Dekan FH UKI, Hulman Panjaitan, S.H., M.H., Wakil Dekan FH UKI L. Elly A.M. Pandiangan, S.H., M.H., serta Staf Biro Humas dan Pemasaran UKI diterima langsung oleh Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual, Parlagutan Lubis., S.H., M.H. Turut hadir pula Milton Hasibuan, S.H., M.H., Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM.

HMS_5535[1]
Penandatanganan MoU Fakultas Hukum UKI dengan Direktorat Jenderal HKI . Parlagutan Lubis, S.H., M.H, Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual (kiri) dan Hulman Panjaitan, S.H., M.H, Dekan FH UKI (kanan)
Belajar dari pengalaman pelatihan sebelumnya, Parlagutan Lubis, S.H., M.H., menyatakan bahwa Dirjen HKI akan mencari pengajar-pengajar yang terbaik untuk para peserta pelatihan. Pelatihan tersebut akan dilaksanakan dalam jangka waktu 3-4 bulan, yang akan dimulai pada bulan Mei 2016 bertempat di Kampus Pascasarjana UKI, Salemba, Jakarta Pusat.

“Untuk pengajar akan dipilih yang bagus , expert dari luar negeri akan kami datangkan,” ujar Lubis.

Dekan FH UKI bersama jajarannya pun menyambut antusias kerja sama tersebut dan berharap akan ada kerja sama berkelanjutan dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI untuk kemajuan Fakultas Hukum UKI.

 

(Lis/Ted)