Pentingnya Menulis Di Perguruan Tinggi

Renungan sebelum menulis:

Tidak salah mulai menulis dengan satu kata, kemudian digerakkan menjadi suatu cerita (Ernest Hemingway)

Kekuatan yang dasyat bukan bersumber dari tubuh yang berotot, tetapi dari pikiran-pikiran cemerlang yang menjadi pencerah (Mahatma Gandhi)

Aku adalah sebuah pensil untuk menulis sebuah kata. Tuhan yang menggerakkan tanganku untuk menulis surat cintaNya untuk semua penghuni dunia (Mother Theresa)

Gambar: Proses Praktek menulis

Workshop guritan dilaksanakan hari Sabtu, 31 Maret 2018 di video Confrence Universitas Kristen Indonesia (UKI) di ikuti oleh 20 orang Mahasiswa yang tinggal di asrama Universitas Kristen Indonesia dari berbagai jurusan. Kepala Asrama Syukur Zebuah mengatakan “workshop ini dilakukan untuk menumbuhkan semangat menulis mahasiswa dan meningkatkan kreativitas mahasiswa”. Workshop berjalan dengan hikmat dan mahasiswa sangat antusias dalam workshop tersebut.
Worksop dimulai dengan pengenalan tulisan dan jenis-jenis tulisan yang dibawakan oleh Lilis Rosmainar Tambunan. Dengan pengenalan dan jenis-jenis tulisan maka para peserta mengerti kemampuannya dalam menulis. Pengenalan tulisan sangat penting bagi penulis pemula supaya dapat membedakan tulisan.
Setelah melakukan pengenalan tulisan, maka dilanjutkan dengan praktek menulis esai. Praktek menulis esai dibawakan oleh Benni Sinaga, dengan praktek menulis maka mahasiswa bisa menghasilkan karya tulisan yang baik dan benar serta dapat menulis secara efektif dan efesien.

Menulis bukan sekedar menebar karya sebagai pembuktian adanya kemampuan yang kita miliki. Akan tetapi sadarkah kita, bahwa dengan menulis ternyata dapat kita tangkap sebagai proses pengembangan pribadi. Tulisan-tulisan yang telah kita karyakan tak hanya memberikan kepuasan saat dimuat di sebuah koran, majalah ataupun tabloid yang dibaca publik tetapi dengan menulis kita sudah bagian dari perubahan.
Jika kita mau menilik kembali dan mencermati secara keseluruhan apa yang telah kita tulis, kita juga akan dapat melihat bagaimana diri kita berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Tak hanya tulisan propagandis, politis atau yang lainnya, tetapi dapat menguak pribadi secara tak sadar, bahkan coretan pena berupa puisi dan cerpen pun dapat membawa kita memahami diri kita sendiri.
Apa yang kita tuliskan mencerminkan bagaimana kita berpikir dan menyikapi suatu keadaan. Segala pengalaman yang pernah kita alami akan terabadikan dalam tulisan kita. Melalui tulisan kita dapat melihat dan memahami perilaku manusia yang tidak tampak, yaitu berpikir. Perlu disadari bahwa yang menjadi sumber dari segala perilaku dan tindakan kita adalah proses berpikir itu sendiri.
Kekuatan tulisan sangat relevan menumbuhkan kreativitas pengetahuan dan mencurahkan isi hati dan pikiran ke arah yang lebih baik. Menulislah untuk sebuah perubahan karena tulisan memiliki kekuatan dan jangan pernah sesali apa yang telah terjadi dalam hidupmu.
Mengawali tulisan bagi pemula tidak mudah, namun kalau dibiasakan maka menulis itu menjadi mudah. Jadikanlah menulis menjadi gaya hidup dan dengan tulisan kita bisa membuat sejarah dalam hidup kita. Dengan sejarah itu kita bisa mengingat bahwa kita adalah pribadi yang penuh dengan perubahan.

sumber : guritan.id