Pentingnya Pembayaran Digital untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Pembayaran digital meningkatkan daya saing negara karena digital banking merupakan instrumen untuk mempercepat konsumsi. Semakin tinggi tingkat daya saing negara Indonesia, maka masyarakat Indonesia semakin sejahtera. Hal ini diungkapkan Wakil Rektor Bidang Akademik UKI, Dr. Wilson Rajagukguk, M.Si.,M.A, dalam webinar International Office Insight ; Digital Payment Vital to Economic Growth¸yang dilaksanakan oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) UKI.

KUI UKI melaksanakan webinar ini melalui aplikasi Microsoft Teams pada tanggal 5 September 2020, yang dihadiri secara virtual oleh Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., Direktur Kantor Urusan Internasional, UKI, Dr. Lisa G. Kailola, dan Analis Eksekutif Senior Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK, Dr. Roberto Akyuwen. Moderator dalam webinar ini ialah Dr. Lis Sintha, dosen Prodi Perbankan dan Keuangan, Fakultas Vokasi UKI.

Dr. Wilson Rajagukguk memaparkan karya ilmiahnya yang berjudul “Regional Competitiveness and National Economic Growth” , yang diterbitkan oleh penerbit internasional di Amerika Serikat. 

“Peningkatan pertumbuhan ekonomi regional antara lain berkaitan dengan tingkat daya listrik yang masuk ke rumah tangga di seluruh Indonesia, jumlah kelahiran yang ditangani oleh tenaga medis, jumlah warga yang mengenyam pendidikan dasar, dan tingkat penduduk yang bekerja, “ ujar Dr. Wilson.   

Wakil Rektor UKI ini berpesan agar akademisi dapat menulis karya ilmiah dan terbitkan di tingkat internasional karena dapat meningkatkan daya saing Indonesia. Kurrikulum Prodi Perbankan dan Keuangan di UKI juga sudah mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan perkembangan perbankan dan financial technology.

Peranan OJK dalam Layanan Perbankan Digital

Analis eksekutif senior Deputi Komisioner Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr. Roberto Akyuwen menjelaskan Peraturan OJK No.12/POJK.03/2018 tentang Penyelenggaraan Layanan Perbankan Digital oleh Bank Umum.

“Layanan Perbankan Elektronik adalah layanan bagi nasabah bank untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi dan melakukan transaksi perbankan melalui media elektronik. Layanan Perbankan Digital adalah Layanan Perbankan Elektronik yang dikembangkan dengan mengoptimalkan pemanfaatan data nasabah dalam rangka melayani nasabah secara lebih cepat , mudah, dan sesuai dengan kebutuhan (customer experience), serta dapat dilakukan secara mandiri sepenuhnya oleh nasabah, dengan memperhatikan aspek pengamanan, “ ujar Dr. Roberto Akyuwen.

Dengan menggunakan digital banking, OJK berharap nasabah menjalankan transaksi keuangan dengan lebih nyaman. Perbankan Digital meningkatkan efisiensi kinerja perbankan, menghasilkan profit, dan menantang bank untuk memperhatikan cyber security.

Dosen UPH, Clint Willfred Tetelepta, MBA, yang juga sebagai pengusaha, berharap OJK terus-menerus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai layanan perbankan digital ini, termasuk mengenai financial technology yang berkembang pesat di Indonesia.

Fintech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat.

“Layanan fintech yang paling banyak digunakan masyarakat adalah pembayaran dan pinjaman. Bank dan Fintech dapat berkolaborasi dalam melayani konsumen,” tutur Clint Willfred Tetelepta

Webinar diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan seluruh peserta mendapatkan e-certificate.