Perempuan dalam KBBI, Ada yang Salah ?

Jakarta – Penjelasan kata Perempuan di Kamus Besar Bahasa Indonesia, sebaiknya diganti agar ke depannya perspektif masyarakat terhadapperempuan tidak diskriminatif, sehingga harkat dan martabat perempuan di Indonesia lebih di hormati. KBBI adalah tempat orang membaca definisi sebuah kata, lalu apabila kata perempuan itu konotasinya negatif,maka paradigmanya menjadi salah. Sejarah sudah membuktikan banyak perempuan Indonesia yang berhasil menjadi pemimpin, bukan hanya alat untuk melahirkan dan menyusui saja, tetapi bisa berpikir, bisa berperang, dan bisa memimpin.

Penjelasan ini disampaikan Praicy Tania, SH, alumni FHUKI 2020 terkait webinar “Perempuan dalam KBBI” yang berlangsung baru-baru ini. Sebagai alumni, Praicy telah mencatat prestasi yang bisa menjadi motivasi, saat ini ia bekerja di Wiemlawfirm sebagai R & D manager, dan juga bergabung di LBH Lentera Keadilan Rakyat sebagai Wakil Direktur bidang Perempuan dan Anak, serta ia pun berkiprah sebagai Ketua Departemen Kaderisasi, dan Keanggotan di YLBH & Gerakan Anti Narkoba.

Ketertarikannya pada isu hak perempuan menurut dia karena, masih banyak perempuan yang belum melek (sadar) hukum, tidak sadar akan hak konstitusionalnya sebagai WNI. “Dan hal ini menjadi motivasi tersendiri untuk saya, untuk terus belajar agar dengan ilmu yang saya miliki dapat membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu dalam hal mencari keadilan,” terang dia yang saat ini tengah melanjutkan studi di  Pascasarjana di UKI, Ilmu Hukum Perdata.

Hal Krusial yang dihadapi perempuan, kata dia lagi, banyak korban yang takut melapor, malas melapor, sehingga menjadi tugas tersendiri bagi mereka di LBH LKRA untuk menjelaskan, mengedukasi bahwa itu adalah hak korban untuk melaporkan dan mencari Keadilan.

Praicy saat ini bisa bekerja di sejumlah kantor setelah lulus S1 karena ada proses yang dijalaninya. Kapasitasnya sebagai perempuan menghantarnya untuk dipercaya menangani kasus-kasus yang berhubungan langsung dengan perempuan. Kebetulan kantor pertamanya bekerja bekerjasama dengan LBH LKRA, dan waktu itu hanya ia satu-satunya lawyer perempuan. (ics)