Perpustakaan UKI Berakreditasi A Tidak Sepi Mahasiswa di Masa Kuliah Daring

Jakarta – Situasi pandemi covid 19 yang masih berlangsung sampai saat ini pada kenyataannya tidak menghalangi kunjungan mahasiswa ke Perpustakaan UKI. Menurut Edi Wibowo, SI. Pust, Kepala UPT Perpustakaan UKI, ada sekitar 450 orang pengunjung dalam satu bulan, yang banyak datang untuk mencari referensi dalam penulisan tugas akhir disertai surat penghantar kunjungan dari dekan atau kaprodi. “Mahasiswa berkunjung untuk menyerahkan tugas akhir dan bebas pustaka. Pengunjung diwajibkan memakai masker dan sarung tangan,” ujar Edi Wibowo

Perpustakaan yang berakreditasi A ini tetap melakukan protokol kesehatan untuk mereka yang datang berkunjung. Jika sudah mencapai 50%, pengunjung yang akan masuk tidak diperbolehkan. “Disediakan handsanitizer di beberapa tempat yang sering terjadi interaksi seperti pintu masuk, loker, ruang sirkulasi, ruang referensi,” sambung dia.

Menurut dia pula, meski saat ini sudah masuk era digital yang mengunjungi perpustakaan tetap relatif banyak karena berbagai fasilitas yang dapat menunjang kenyamanan untuk belajar mahasiswa. 

Perpustakaan melakukan inovasi yaitu menyediakan fasilitas yang nyaman seperti ruang belajar mandiri, ruang diskusi, taman baca perpustakaan, ruang multi media, ruang audio visual. “Mahasiswa dapat memilih tempat tersebut untuk kegiatan belajar atau mencari sumber informasi sesuai dengan keinginannya,” jelas dia.

“Layanan yang paling banyak peminatnya adalah layanan referensi, informasi dan turnitin. Di masa pandemi yang mengharuskan pembatasan mobilitas maka layanan referensi, informasi dan turnitin sangat diminati karena pengguna dapat menggunakan layanan ini tanpa harus datang ke perpustakaan,” ujar dia lagi.

Ia akui, banyak mahasiswa yang belum mahir untuk mencari sumber informasi dengan baik. Maka dalam hal ini pustakawan membantu dan mendampingi mahasiswa dalam mencari sumber informasi dengan baik, tepat dan efisien.

Koleksi buku cetak, sambung dia,  paling banyak dicari karena mahasiswa di UKI masih banyak yang lebih senang membaca buku cetak dibandingkan dengan buku digital. Selain buku cetak, koleksi e-jurnal dan e-book juga bisa diakses dari rumah apabila sudah mendaftarkan akun ke perpustakaan.

Peningkatan SDM perpustakaan, peningkatan sarana dan prasarana yang sesuai standar akreditasi perguruan tinggi yang ditentukan Perpusnas, sebagian cara yang dilakukan UKI untuk mempertahankan akreditasi A. Peningkatan SDM dilakukan dengan memberikan kesempatan pustakawan mengikuti kegiatan, seminar, sertifikasi, maupun pelatihan/diklat perpustakaan sesuai dengan bidang pustakawan. Pengembangan teknologi informasi serta pengembangan dan pemanfaatan bersama koleksi perpustakaan juga bagian dari cara mempertahankan akreditasi A tersebut. (ics)