PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) DAN YAYASAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA (YUKI) SEPAKAT SALING MELENGKAPI

Ketua Umum PGI, Pdt. Henriette Hutabarat Lebang : “PGI dan YUKI Saling Melengkapi Di Tengah Perubahan Masyarakat yang Semakin Cepat”.

Pertemuan silaturahmi antara Yayasan Universitas Kristen Indonesia (YUKI), yang menaungi Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Rumah Sakit Umum (RSU) Fakultas Kedokteran (FK) UKI dengan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) berlangsung dalam suasana hangat dan penuh persaudaraan, pada tanggal 24 Juli 2019 di di ruang pertemuan, lantai 3, Graha Oikumene PGI, Salemba, Jakarta.

Pertemuan ini dalam rangka mempererat jalinan kerjasama antara PGI dengan YUKI, sekaligus memperkuat kemitraan di antara dua institusi, terutama dalam pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, guna menjawab masalah-masalah krusial yang ada dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua Umum PGI, Pdt. Henriette Hutabarat Lebang, memberikan kata sambutan dalam pertemuan antara PGI, YUKI, RSU UKI dan UKI

“Berterima kasih kepada seluruh jajaran MPH PGI yang telah menerima dengan sukacita kehadiran keluarga besar YUKI. Pertemuan ini dapat membantu kita untuk membangun fondasi bersama-sama yang lebih kokoh dalam menghadapi suatu permasalahan ke depan, terutama ketika radikalisme muncul dan telah menjadi bagian dalam dunia pendidikan tinggi. Kondisi ini sebenarnya menjadi ancaman besar, karena memonopoli kebenaran di republik ini. Oleh karena itu, dukungan dari PGI sangat kita butuhkan” ujar Ketua Pembina Yayasan UKI, Dr. Maruarar Siahaan, SH.

Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette Lebang menyambut baik niat baik tersebut. “Pertemuan ini akan meningkatkan dukungan dari gereja-gereja ke Universitas Kristen Indonesia. Kehadiran kita dalam pertemuan ini memperlihatkan kesadaran kita yang semakin kuat bahwa kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita saling membutuhkan dukungan dan menguatkan satu terhadap lainnya. Sinergi antar lembaga harus ditingkatkan untuk membangun jejaring luas. Di tengah revolusi industri 4.0 saat ini, di mana perubahan di masyarakat sangat cepat terjadi, maka perlu perubahan mental dan transformasi kultural (seperti: pola pemahaman dan pola kerja), agar kita dapat maju sesuai perkembangan. PGI dan YUKI pun harus saling melengkapi di tengah perubahan masyarakat yang semakin cepat. Selain sikap cepat tanggap, kreatif, berinovasi tinggi, kita pun harus tetap menjaga nilai-nilai etis,” ujar Ibu Ketua Umum.

Turut hadir dalam pertemuan Manajer Umum YUKI Panal Manurung, S.E., M.M dan
Rektor UKI Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H.,MBA,

Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA pun menjelaskan, “UKI sebagai lembaga perguruan tinggi selalu menerima mahasiswa dari berbagai daerah, dengan berbagai macam kondisi. UKI juga menyandang 3 nama yang cukup berat “Universitas, Kristen dan Indonesia” serta ditambah lagi sebagai predikat “Universitas Kristen tertua” di tanah air ini. Tentunya segala amanah yang Tuhan berikan ini harus kita jaga dengan langkah-langkah strategis dan karya-karya yang terbaik. Kampus UKI dikatakan Kampus Kasih, yang memiliki moto, Melayani, Bukan Dilayani, serta memiliki 5 nilai kristiani yaitu rendah hati, berbagi peduli, disiplin, profesional dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, kami menyadari sepenuhnya pentingnya kerjasama dan memperkuat hubungan dan jejaring yang lebih erat dengan PGI dan juga dengan PSKD.”

Sekretaris Umum (SEKUM) PGI, Pdt. Gomar Gultom, M.Th. mengingatkan bahwa di mata masyarakat ikatan historis UKI dan PGI masih kuat. Sejarah berdirinya UKI dimulai ketika tokoh Kristen Indonesia yakni Doctor Meester in de Rechten Todung Sutan Gunung Mulia, Benyamin Philip Sigar dan Meester in de Rechten Yap Thiam Hien sebagai para pendiri, atas nama gereja-gereja yang tergabung dalam DGI (sekarang PGI) mendirikan Yayasan Universitas Kristen Indonesia dengan Akta Notaris nomor 117, tanggal 18 Juli 1953, di hadapan Notaris Raden Kadiman, di Jakarta. Tiga bulan kemudian, pada tanggal 15 Oktober 1953, diresmikanlah Universitas Kristen Indonesia. Oleh karena itu, kami berharap percakapan dalam pertemuan ini dapat dikembangkan ke depan untuk saling bersinergis, dalam menjalin relasi baik secara formal maupun informal.

Suasana pertemuan silaturahmi di ruang pertemuan, lantai 3, Graha Oikumene, Salemba, Jakarta Pusat (24/07)

Salah satu bentuk sinergisitas adalah YUKI telah menempatkan PGI sebagai salah satu mitra strategis dalam pengembangan YUKI ke depan. Demikian informasi penting yang disampaikan oleh Dr. Ir. Budi Hartono Setiamarga, anggota Pembina YUKI, yang menjadi Tim Perumus Anggaran Rumah Tangga (ART) YUKI. Menyambut niat yang baik itu, SEKUM PGI sangat mengharapkan agar proses pengembangan YUKI ke depan dapat dilakukan semakin transparan dan profesional.

Pertemuan yang berlangsung dari jam 11.00 WIB, diakhiri dengan acara makan siang bersama pada jam 13.00 WIB. Pertemuan dihadiri Ketua Pembina Yayasan UKI, Dr. Maruarar Siahaan, S.H., Jajaran Pembina YUKI (Dra. Merry L. Panjaitan, M.M., MBA; Ir. H. Sidabutar; Prof. Riris K. Toha Sarumpaet, Ph.D; Dra. MS W.H.H. Menajang; Pengusaha Edwin Soeryadjaya dan Dr. Ir. Budi Hartono Setiamarga), Pengurus Yayasan UKI (Dipl, -Ing. Salomo Panjaitan; Tien Handayani Nafi, S.H. M.Si dan Yanti Yunus), Manajer Umum YUKI (Panal Manurung, S.E., M.M), Wakil Manajer Umum (Frans R. Sitorus, SE., MM), Pendeta Kampus (Pdt. Wellem Sairwona, M.Th), Rektor UKI (Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H.,MBA) dan Direktur RSU FK UKI (dr. Setiawan, MARS).

Adapun pimpinan dari PGI yang juga hadir adalah Ketua Umum PGI (Pdt. Dr Henriette Tabita Lebang, M.Th.), Ketua 2 PGI (Pdt. Dr Bambang Widjaya), Sekretaris Umum (Pdt. Gomar Gultom, M.Th.), Wakil Sekretaris Umum (Pdt Krise Anki Rotti-Gosal), Bendahara Umum (Pnt. Ivan Rinaldi Luntungan, SE, MM), Wakil Bendahara Umum (Drs Arie Moningka, MM), Kepala Biro Litbang (Beril Huliselan), Kepala Biro Pemuda dan Remaja (Abdiel Fortunatus Tanias, S.Si.Teol), Kepala Biro Perempuan dan Anak (Repelita Tambunan, M.Sc.), Sekretaris Ekskutif Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan (Pdt. Jimmy Sormin, MA), Kepala Direktur YAKOMA (Irma Riana Simanjuntak, M.Si.) dan Kepala Direktur Unit Pengurangan Resiko Bencana (Eliakim Sitorus).