PKM UKI 2017: Berjibaku di Malang Selatan

Tampak hilir mudik penduduk di siang yang tak begitu menyengat itu. Suara pengumuman jadwal kereta berkumandang silih berganti. Hari itu, 12 Juli 2017 pukul sebelas siang, rombongan dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) tiba di Stasiun Malang. Berkotak-kotak perlengkapan dan peralatan diangkut dari pintu keluar stasiun ke depan patung Singa Arema, Taman Trunojoyo. Kesibukan dan jumlah kargo yang cukup masif ini bukannya tanpa alasan. Siang itu rombongan UKI yang terdiri dari 38 dosen dan staf ditambah 9 mahasiswa akan memulai kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di daerah Malang Selatan.

Sebuah bus wisata menjemput rombongan UKI di depan Taman Trunojoyo untuk diantar ke kantor Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW). UKI bekerja sama dengan GKJW untuk melayani dan berkegiatan di Jemaat-jemaat GKJW daerah Malang Selatan, khususnya daerah Malang IV. UKI akan melayani daerah Malang IV dalam kegiatan PKM ini dari tanggal 12-17 Juli 2017. Kedatangan UKI disambut baik oleh Sekretaris Umum Majelis Agung GKJW, Pdt. Budi Cahyono, dan Wakil Sekretaris Umum, Pdt. Retnosari. Acara penyambutan diadakan di kapel Institut Pendidikan Teologi Balewiyata.

Pdt. Budi Cahyono dalam kesempatan itu memberikan sambutannya sekaligus perkenalan GKJW kepada rombongan UKI.

“Sinode kami berdiri 11 Desember 1931. Wilayah pelayanan kami paling Timur adalah Banyuwangi, paling Barat daerah Ketanggung. Gereja kami gereja teritorial, jadi berbasiskan wilayah pelayanan, bukan berbasiskan suku. Kalau nanti ditemui banyak warga jemaat yang bersuku Jawa, itu karena kami berdiri di wilayah Jawa Timur. Bahkan salah satu pendeta kami orang Maluku, pertama ditahbiskan di GPM,” tuturnya.

Beliau juga memberikan gambaran wilayah pelayanan yang akan disambangi tim UKI nantinya. Wilayah Malang IV yang berada di bagian Selatan Kabupaten Malang adalah klasis (regio) yang akan dilayani oleh tim UKI.

“Daerah kami yang paling sulit medannya adalah Malang I, Malang II, dan Malang IV. Nanti Bapak-Ibu akan melayani di Malang IV,” sambung beliau.

UKI dan GKJW mendapat kehormatan dengan bertandangnya Bupati Kabupaten Malang, Drs. H. Rendra Kresna, BcKU., SH., MM., MPM untuk membuka acara PKM tersebut. Menurut beliau, Malang adalah tempat yang penuh keberagaman dan kerukunan.

“Masyarakat sini tidak lagi memandang status, suku, etnis, dan semua bangga menjadi Arek Malang. Masyarakat di sini sangat guyub, rukun, bahkan di sini tempatnya salah satu raja yang mengumandangkan filosofi Bhinneka Tunggal Ika, di Singosari, yaitu Ken Arok,” tutur beliau.

“Salah satu yang menjadi keprihatinan kami saat ini adalah, 9% masyarakat Malang masih berada di garis kemiskinan, bahkan di bawahnya. Karena itu memang butuh uluran tangan dari banyak pihak. Kami bersyukur UKI mau jauh-jauh dari Jakarta untuk berkontribusi di sini, melakukan pengabdian kepada masyarakat. Terima kasih atas atensinya kepada kab Malang,” pungkas beliau.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Rendra dan Prof. Charles OP. Marpaung, Ketua LPPM UKI, dengan pemukulan bonang secara bersama-sama. (jeh)