Praktikum Fisika di Masa Pandemi Covid-19 Menggunakan Simulasi Virtual Laboratorium

Jakarta – Kaprodi Pendidikan Fisika FKIP UKI, Taat Guswantoro, S.Si., M.Si., menjelaskan pentingnya kesadaran dan kepedulian dalam menjaga lingkungan alam harus ditanamkan sejak awal. Hal ini disampaikan Taat Guswantoro dalam Temu Ilmiah bertema “Connect with Nature” dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup.

“Di dalam kurikulum Pendidikan Fisika, mata kuliah fisika lingkungan menjadi mata kuliah wajib. Ilmu fisika memberikan sumbangsih cara menjaga lingkungan, mempelajari material-material yang tidak mencemari lingkungan, dan sumber-sumber energi alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sehingga lebih ramah lingkungan,” jelas Guswantoro lagi.

Di masa pandemi covid 19 ini, Prodi Pendidikan Fisika melaksanakan praktikum dengan menggunakan simulasi virtual laboratorium. Maka tim dosen pendidikan fisika tetap mengusahakan pelayanan praktikum dapat tetap dilakukanmeskipun dalam suasana belajar dari rumah.

Selain itu dalam mengerjakan ujian online, dosen atau pengajar tidak dapat mengetahui apakah mahasiswa mengerjakan sendiri ujiannya atau dengan bantuan orang lain. Tim dosen Program Studi Pendidikan Fisika mencari cara agar ujian online dapat dilaksanakan dengan cara yang lebih efektif.

Guswantoro mengutip pernyataan Dekan FKIP UKI, yang perlu dibangun adalah kepercayaan antara pengajar dan mahasiswa sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dengan lancar.

Ia meyakini FKIP UKI tetap menjadi pilihan terbaik untuk mereka yang menyukai ilmu fisika. FKIP UKI memiliki Fasilitas Laboratorium yang lengkap untuk mendukung proses pembelajaran dan didukung juga dengan teknologi IT sehingga adaptif dengan perkembangan era 4.0. Kurikulum yang disusun juga berdasar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia sehingga menghasilkan lulusan yang telah terbukti mampu bersaing unggul di bidang pekerjaannya.

“Keunggulan yang ditanamkan pada mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika adalah keterampilan dalam menyusun, memproduksi, menginovasi alat peraga pendidikan fisika atau media pengajaran fisika. Bahan-bahan yang digunakan pun mudah ditemukan di lingkungan sekitar, sehingga lulusan kami dapat tetap berkarya dengan optimal saat sudah bekerja baik di kota besar bahkan di daerah terluar, terdepan, tertinggal di Indonesia,” ujar Taat Guswantoro. (ics)