Akademisi UKI Ingatkan Pentingnya Beretika dalam Komunikasi Virtual

“Bahasa yang digunakan di media digital, harusnya diarahkan pada satu niat, sikap dan perilaku yang etis demi kebaikan bersama demi meningkatkan kualitas manusia. Beretika saat berkomunikasi sangat penting diperhatikan agar dalam berinteraksi setiap hari kita dapat teredukasi dan dapat berkomunikasi dengan baik antar sesama maupun antar negara,” ujar Akademisi Fisipol UKI, Dr. Chontina Siahaan, S.H., M.Si dalam Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan secara virtual (12/06).

“Berkomunikasi melalui media elektronik juga harus beretika secara verbal maupun non verbal. Berinteraksi di ruang digital harus memahami berbagai perbedaan budaya dari beragam manusia yang berinteraksi,” tuturnya lagi.  

Dr. Chontina Siahaan menerangkan Etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital.

“Etika elektronik dan online menyangkut tata cara, kebiasaan dan budaya yang berkembang karena teknologi yang memungkinkan pertemuan sosial budaya secara lebih luas dan global,” ujar dosen Prodi Ilmu Komunikasi UKI ini.

Kaprodi Ilmu Komunikasi Fisipol UKI, Singgih Sasongko, S.IP., M. Si. menjelaskan bahwa Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan implementasi materi kuliah mahasiswa di kelas kepada masyarakat terkait komunikasi melalui media digital.

“Tema kegiatan ini adalah Sosialisasi Kemampuan Berkomunikasi di Kalangan Remaja. Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak muda dapat mengimplementasikan berkomunikasi yang baik, baik dengan sesama, orang tua ataupun dengan orang lain,” terang Singgih Sasongko.

Narasumber yang hadir memaparkan materi yakni mahasiswa/i dari program studi Ilmu Komunikasi angkatan 2020 yaitu Ridwan Ibadurrahman dengan tema Komunikasi Antar Personal, Shinta Wiranti dengan tema How to Communicate Older People, dan yang terhakir Marta Adelydia dengan tema Komunikasi Media Digital.

Komunikasi Digital

McQuail mengatakan media digital adalah wadah dimana semua pesan komunikasi bisa terpusat dan mudah untuk disalurkan menggunakan teknologi internet dan melibatkan audiens untuk meningkatkan proses interaksi dan komunikasi.

Marta Adelydia memaparkan presentasinya “Dalam media digital kita lebih di permudah dalam berinteraksi salah satunya dapat berkomentar pada platform yang ada. Tentu kita harus berkomentar dengan baik, hindari kalimat negatif, jangan out of topic, dan juga gunakan bahasa yang mudah dipahami. Sering kali kita terjebak dalam menggunakan media sosial. Kita harus mempertimbangkan kembali informasi apa yang dibagikan.”

“Tentu terdapat tips dalam menggunakan media sosial dengan bijak yaitu tidak membagikan informasi pribadi mengenai kegiatan sehari-hari, tidak membagian informasi SARA dan hoax, menjaga etika ketika memberikan komentar di suatu postingan seseorang, dan juga mencantumkan sumber informasi yang dibagikan” ujar Marta Adelydia

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab, games, dan ditutup dengan doa.