RAKER UKI 2017: Komitmen Tinggi menuju Mutu Pendidikan Tinggi

JAKARTA-REPORTER Sebuah organisasi, tidak terkecuali institusi pendidikan pada hakikatnya harus memiliki kesamaan visi dan misi dalam menentukan strategi yang tepat sasaran untuk mencapai tujuannya. Sama halnya dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang melaksanakan salah satu kegiatan penting dan rutin dilakukan setiap tahunnya, yaitu Rapat Kerja (Raker) UKI untuk evaluasi dan menentukan rencana strategis menjadi universitas unggulan di tahun mendatang.

Seluruh jajaran pimpinan Rektorat, Biro, Unit, Lembaga, dan Fakultas-Fakultas berpartisipasi menghadiri Rapat Kerja UKI bertema: “Penguatan Komitmen dan Koordinasi untuk Membangun Budaya Akademik yang Berdaya Saing” yang diselenggarakan pada 27-28 Juli 2017 di Auditorium Graha William Soeryadjaya, FK UKI, Cawang. UKI mengundang Koordinator Kopertis III, Dr. Ir. Illah Sailah, M. S., dan Direktur Penjaminan Mutu Kemenristek DIKTI, Prof Aris Junaidi, Ph.D yang diwakili oleh Eva Wanny Eliza (Kasi Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal) sebagai narasumber.

Rangkaian acara di hari pertama Rapat Kerja UKI diawali dengan ibadah dan upacara nasional yang dipimpin oleh Bapak Wellem Sairwona.

Ketua Pelaksana Raker UKI 2017, Dr. Hotmaulina Sihotang, M.Pd., membuka Raker dengan melaporkan proses pelaksanaan SPMI yang saat ini sudah diimplementasikan oleh masing-masing unit dan fakultas di UKI.

“UKI telah mengembangkan 31 standar SPMI di tahun 2015 dan sudah diimplementasikan satu siklus penuh. Saat ini, standar tersebut sudah dikembangkan menjadi 62 standar SPMI sesuai dengan standar di Prodi masing-masing. Khusus untuk 16 standar Penelitian dan PKM dikembangkan di LPPM dan disesuaikan oleh masing-masing prodi dalam pengimplementasiannya,” jelas beliau.

Dr. Ekayani R. M. L. Tobing sebagai perwakilan dari Ketua Yayasan UKI menyampaikan dengan jelas pentingnya komitmen dalam pelaksanaan penjaminan mutu. Komitmen yang dimaksud adalah adanya keyakinan dan kepercayaan kita terhadap tujuan dan nilai-nilai tinggi UKI, adanya kemauan serta motivasi kerja yang tinggi, adanya kesediaan atau loyalitas kepada UKI dan adanya kebanggaan diri menjadi bagian UKI.

“Semua lini kepemimpinan harus memiliki komitmen yang tinggi untuk menjamin dan meningkatkan mutu pendidikan yang tinggi,” ucapnya.

Beliau dengan tegas berkata bahwa penjaminan pendidikan tidak dapat berlangsung tanpa adanya kegiatan memperbaiki perencanaan, mempertegas komitmen pekerjaan, melakukan pengorganisasian dengan tata kelola yang baik dan melakukan evaluasi,

Plan your work, work your plan,” kata Ekayani menutup sambutannya.

Rektor UKI, Dr. Maruarar Siahaan, S. H, dalam sambutannya mengaku sependapat dengan Dr. Ekayani, “Semua pemimpin harus mengangkat keberadaan UKI. Kita perlu kerja keras dan bekerja seolah besok kita mengakhiri hidup kita,” ucap Rektor.

Sebelum membuka kegiatan Raker, beliau turut menekankan pentingnya untuk saling mendengar dan introspeksi yang jujur dalam melihat kelemahan supaya terjalin kerja sama yang saling membangun.

Keynote Speaker, Dr. Illah Sailah, M. S. (Koordinator Kopertis III), menanggapi dengan positif, “Sebagus apapun standar dokumen yang dibuat, tidak akan berjalan kalau tidak ada leadership UKI yang bagus. Dimulai dari kepemimpinan Rektor, Warek, Dekan, Wadek, Direktur, Wadir, semuanya harus dilibatkan, dan terutama kepemimpinan diri sendiri untuk para dosen. Jadi, yang paling penting itu leadership bukan hanya daya saing,” tutur Dr. Illah Sailah.

“Kita harus siap menghadapi perubahan! Mari, cari semua faktor apa yang menghambat UKI untuk maju,” kata Illah Sailah dengan tegas. Menurut beliau, UKI harus tentukan visi dan target untuk mencapainya. “UKI mau jadi perguruan tinggi seperti apa? Kalau UKI tidak punya benchmark, kerja UKI tidak terarah. Kita sebagai universitas harus jelas arah program kerjanya, Yayasan pasti siap memfasilitasi,” lanjutnya.

Pentingnya benchmark, kapasitas penerimaan mahasiswa yang berprestasi, kesediaan dana, popularitas program studi, karakter dosen, dan research mempengaruhi cepatnya laju UKI menjadi dikenal masyarakat.

“Mari kita hadapi perubahan, mari kita belajar bersama menjawab kebutuhan lapangan kerja!” pungkas Dr. Illah

Perwakilan Kemeristek Dikti, Eva Wanny Ellyza, pun menambahkan bahwa standar yang ditetapkan oleh UKI harus bisa mencapai visinya, yaitu menjadi unggulan di tahun 2034.

“Kemenristek Dikti mengatur standar yang cukup untuk dicapai, tetapi jika universitas bisa punya standar yang lebih dari SPMI Dikti, silahkan. Dosen adalah ujung tombak maju mundurnya perguruan tinggi,” jelas Eva.

Setelah sambutan-sambutan dan arahan dari beberapa narasumber, acara dilanjutkan dengan presentasi hasil evaluasi kerja yang dipaparkan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Administrasi Umum, serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Hukum, dan Kerja sama.

Hari kedua, Raker UKI 2017 diisi dengan pemaparan dari pimpinan-pimpinan Akademi dan Fakultas UKI, masing-masing diberikan waktu 15 menit untuk presentasi. Setelah pemaparan, acara ditutup dengan Pembacaan SK hasil Rapat Kerja UKI 2017, dilanjutkan dengan pembacaan Penguatan Komitmen dan Koordinasi dalam mengimplementasikan hasil Raker, di mana setiap pimpinan berdiri dan memegang bendera fakultas masing-masing.

Seluruh rangkaian acara Raker UKI 2017 ditutup dengan pembacaan ayat Alkitab dan doa penutup yang dipimpin oleh Pendeta Kampus, Pdt. Wellem Sairwona, M. Th.

Kiranya hasil Raker UKI 2017 dapat membawa UKI ke depan menjadi universitas yang unggul dan terdepan.

(ind/jeh/lis)