Sarjana Hukum yang Unggul dan Profesional Menuju Indonesia Hebat

“Dalam situasi yang seperti ini, negara kita membutuhkan SDM  unggul sehingga Perguruan Tinggi  merupakan garda paling depan untung menghasilkan SDM unggul “, ujar Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA dalam kegiatan  Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) FH UKI Tahun 2021, yang diselenggarakan secara virtual oleh FH UKI, pada tanggal 20 – 21 Agustus 2021.

Menurut Dr. Dhaniswara, ada beberapa sifat mendasar yang dimiliki oleh pemimpin, “Memiliki pendirian, harus bisa mengambil keputusan. Lalu sifat proaktif dan tidak boleh pasif. Harus terbuka dengan pendapat orang lain, namun tidak semua pendapat harus diikuti. Sebagai pemimpin juga harus memiliki sifat jujur, komunikatif dan tidak iri dengan rekan kita.”

“Kita harus memiliki visi. Kenapa kita bersedia memimpin istitusi itu, apa tujuannya dan mau dibawa kemana dan itu harus diperlihatkan dengan tagline yang kita sebutkan. Lalu sifat penting lainnya adalah sabar. Ini syarat yang menurut saya cukup penting,” tutur Dhaniswara K. Harjono.

Rektor UKI juga mengingatkan bahwa, “Saat ini kita menghadapi era Society 5.0, dimana masyarakat dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi Industri 4.0 seperti Internet on Things, Artificial Intelligence dan Big data & Robot.”

Dr. Hulman Panjaitan, S.H., M.H.,sebagai Dekan FH UKI,  memaparkan topik Pendekatan Metode Problem Solving dalam Pemecahan Masalah. Tujuan metode problem solving ini adalah mengembangkan kemampuan berpikir logis dan rasional, memberikan pengetahuan dan pengalaman praktis serta menemukan solusi yang logis dan rasional.

Dr. Hulman Panjaitan, S.H., M.H.,sebagai Dekan FH UKI,  memaparkan topik Pendekatan Metode Problem Solving dalam Pemecahan Masalah.

Alumni FH UKI yang juga merupakan praktisi hukum, Saor Siagian, S.H., M.H., berbagi pengalaman menjadi sarjana hukum yang unggul dan profesional. “Menjadi sarjana hukum yang unggul dan profesional, tentu pengetahuan harus dikembangkan dan tidak pernah berhenti. Hukum itu menjadi sesuatu yang rasional. Maka maksimalkan rasio dan pikiran kita.”

“Kita harus menjadi sarjana hukum yang unggul dan profesional. Nanti di pasar, marketplace , orang kelak tidak menentukan dari mana kita lulus, tetapi yang akan  menentukan adalah bagaimana kualitas kita. Sekarang kita memulai menyandang predikat sarjana hukum yang unggul,  sekalipun kita belum mendapatkan predikat sarjana hukum tetapi proses kualitas kita di tentukan dari sekarang ini,” ujar Saor Siagian.

Narasumber lainnya yang hadir dalam LKMM-TD kali ini ialah Johan Tumanduk S.H., M.M., M.Min., MPd.K., Tomson Situmeang, S.H., M.H., dan Dr. Rr. Ani Wijayati, S.H., M.Hum.

Pada tanggal 21 Agustus 2021, akademisi FH UKI, Dr. Poltak Siringoringo,S.H., M.H., memberikan materi Wawasan Kebangsaan/Bela Negara Ala Milenial, dan dilanjutkan retreat FH UKI yang dipimpin oleh Pdt. Marudut Silitonga, S.H., M.H., dan Pdt. Stepanus Daniel, M.Th.