Self-Regulated Learning FK UKI : Pdt. Esther: “Ini Bentuk Perhatian, Bukan Penghakiman.”

JAKARTA-REPORTER Unit Pelayanan Kerohanian dan Konseling Universitas Kristen Indonesia (UPKK UKI) dan Fakultas Kedokteran UKI bekerja sama dengan Program Magister Psikologi Profesi Psikologi Pendidikan Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengembangan Diri untuk mahasiswa/i FK UKI yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di bawah 2,50.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk membantu mahasiswa FK UKI angkatan 2015/2016 dan 2016/2017 memiliki self-regulated learning sebagai upaya mengatasi kebiasaan belajar mahasiswa yang belum terbentuk dengan baik, agar mereka memiliki kesadaran diri untuk belajar fokus dan memiliki rencana rinci mengenai kehidupan belajar di lingkungan FK UKI.

Pelatihan ini berlangsung selama 2 hari, 17-18 Juli 2017, bertempat di Grha William Soeryadjaya lantai 6 dan 8, Fakultas Kedokteran UKI, Cawang, Jaktim. Acara dibuka oleh Wakil Dekan I FK UKI, dr. Sisirawaty, M.S., Sp. Park.,

“Mudah-mudahan adik-adik di sini mendapatkan manfaatnya, demikian juga selamat datang kepada para fasilitator yang akan membantu adik-adik kita,” kata dr. Sisy.

Pada pembukaan, hadir tiga orang alumni FK UKI berprestasi, yang telah menyelesaikan pendidikan selama 5,5 tahun. Frisky, Michael, dan Chintya berbagi tips bagaimana mengatur pola belajar yang baik.

“Kedokteran itu fun, cintai dulu yang kamu suka, tapi jangan tinggalkan yang kamu tidak suka,” ujar Frisky.

Michael menambahkan, belajar tidak perlu berjam-jam, karena akan membuat jenuh. Dengan membuat catatan kecil dan membaca berulang-ulang akan sangat membantu saat ujian.

“Kalau saya prinsipnya tidak bisa belajar terlalu lama, jadi saya bagi, cicil setiap hari tapi bermanfaat. Jadi, saat mau ujian saya tinggal baca ulang. Intinya efisien (waktu), jadi tidak berarti kita belajar harus meninggalkan kehidupan dan hobi kita,” tutur Mike.

Mike juga mengingatkan adik-adik juniornya untuk memanfaatkan kegiatan seperti ini.

“Pelatihan seperti ini untuk kalian yang masih sulit menemukan pola belajar, ini kesempatan yang sangat baik. Ajak teman-temannya karena kalau kalian sudah temukan polanya, ilmu seperti ini akan membantu kalian ke depannya untuk bisa enjoy dan sangat enak nge-jalanin kuliah di FK. Jadi, kalian harus temukan pola belajar kalian masing-masing,” pesan Mike.

 

 

 

 

 

 

Para peserta dibagi menjadi 7 kelompok, dengan masing-masing fasilitator di setiap ruangan. Mereka dibekali materi dan permainan yang dapat membantu membangkitkan semangat dan mengarahkan para mahasiswa menentukan pola belajar yang cocok untuk mereka.

“Pertama kali saya ikut saya kira bakal dikuliahin, diceramahin, kayak dihakimi, ternyata pas saya ikut pembelajaran justru 180 derajat berbalik, benar-benar dikasih tahu bagaimana caranya jadi orang yang lebih baik. Setelah kita mengikuti pelatihan ini banyak manfaatnya,” ujar Sam, salah satu perwakilan mahasiswa FK saat menyampaikan pesan dan kesan.

Sebelum acara ditutup, Dekan FK UKI, dr. Marwito Wiyanto, M. Biomed, AIFM, menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini beliau ingin mengetahui minat para mahasiswa terhadap proses pembelajaran dan berharap adanya peningkatan kemampuan mahasiswa.

“Mudah-mudahan ke depannya adik-adik kita bisa senantiasa meningkatkan kemampuan, baik dalam proses pembelajaran, kemudian juga komunikasi, relasi antarteman mahasiswa. Tidak kalah penting juga, dapat menjalin komunikasi dan relasi dengan para dosen, karena banyak juga yang kalau ketemu dosennya takut,” kata dr. Marwito.

Sebagai Kepala UPKK, Pdt. Esther Rela Intari, M. Th., memahami kekhawatiran para mahasiswa akan diberikan sanksi karena nilai mereka yang kurang baik. Namun, Pdt. Indri mengingatkan bahwa pelatihan ini adalah bentuk perhatian dari pihak fakultas kepada para mahasiswa/i FK UKI yang menghadapi kesulitan dalam belajar.

“Untuk para mahasiswa, jangan membuat ini menjadi suatu penghakiman, tapi ini adalah wujud cinta kasih dari fakultas untuk para mahasiswa, dan ini juga akan mempengaruhi akreditasi. Pembinaan bukan karena suatu penghakiman, tapi perhatian dari fakultas, tolong apa yang telah diberikan ini, tunjukkan dengan hasil yang baik,” harap Pdt. Indri.

(jeh/lis)