Seminar Awam Kanker Serviks

Dalam rangla Dies Natalis FK UKI ke- 55 tahun, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia menyelenggarakan seminar awam tentang kanker serviks di Ruang Kuliah I Gedung FK UKI, pada tanggal 8 Desember 2017.  Peserta seminar adalah mahasiswa FK UKI dan ibu ibu kader posyandu, kelurahan Cawang, Jakarta. Pembicara dalam seminar ini adalah dr. Batara Imanuel Sirait, Sp.OG.
Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah kanker bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dan vagina. Kanker serviks paling banyak mengenai wanita usia 36 – 55 tahun. “Di Indonesia, lebih dari 70 % pasien datang ke dokter sudah dalam stadium lanjut. Jika pasien sudah merasakan gejala maka itu sudah stadium lanjut. Biasanya muncul bau tidak sedap dari vagina. Setiap 1 jam wanita meninggal karena kanker serviks,” ungkap dr. Batara Imanuel Sirait, Sp.OG.
Ketua penyelenggara Dies Natalies FK UKI ini mengatakan kanker serviks disebabkan infeksi HPV (Human Paviloma Virus) yang penularannya melalui hubungan seksual. Kanker serviks tidak terjadi tiba tiba, biasanya diperlukan waktu bertahun tahun walaupun terkadang dapat terjadi dalam waktu yang lebih singkat. Ketika seorang perempuan terinfeksi tipe HPV tertentu dan sistem imun tubuhnya tidak mampu membersihkan virus tersebut, maka sel abnormal dapat berkembang di daerah serviks. Bila tidak diobati atau terdeteksi dini, sel abnormal akan berkembang menjadi prakanker dan bertahap menjadi kanker.
“Vaksinasi dan papsmear merupakan upaya pencegahan primer terhadap HPV. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi vaksin human papilloma virus (HPV) secara gratis kepada siswi kelas 5 SD,” ujar dr. Batara Imanuel Sirait, Sp.OG
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan ini menjelaskan HPV mengakibatkan 1 kasus baru kutil kelamin setiap 1 detik. Di Indonesia, kejadian kutil kelamin terus meningkat. Kutil kelamin dapat didiagnosa melalui pengamatan langsung namun dapat dihilangkan melalui pengobatan. dr. Batara Imanuel Sirait, Sp.OG berharap peserta seminar dapat menyebarluaskan informasi kanker serviks ke masyarakat luas.
Selain seminar kanker serviks, FK UKI menyelenggarakan donor darah, bazaar, dan pentas seni di area sekitar FK UKI. Ada sekitar 11 stand makanaan, minuman dan aksesoris berpartisipasi dalam perayaan Lustrum IX FK UKI ini. Sementara itu donor darah diselenggarakan di koridor ruang anatomi. “Hasil donor darah akan kami berikan ke PMI. Ada beberapa syarat sebelum melakukan donor darah yaitu berusia 17 tahun ke atas, tidak sedang menstruasi dan cukup tidur,” ujar drJumaini Andriana.