Seminar dan Workshop Innovative Through Media with Passion and Action (IMPACT) Kerjasama UKI dan Life Channel

HMS_2438

Seminar dan Workshop yang diadakan bertempat di gedung lantai 3 ruang seminar Universitas Kristen Indonesia ini berlangsung selama 2 hari di mulai tanggal 27-28 maret 2015. pada hari pertama dibuka dengan seminar tentang jurnalistik, “Saat ini generasi muda diharuskan menjadi gatekeeper, kalau bisa anda pilih-pilih tontonan dan bacaan dari media mana yang menarik dan penting, media cenderung  hanya menampilkan apa yang menarik tetapi tidak penting,” kata Contina Siahaan, Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia di hadapan para peserta seminar. Contina menjelaskan bahwa tayangan  audio visual yang hadir di televisi cenderung menonjolkan aspek yang menarik bagi pemirsa, namun Contina memberi nasihat bahwa apa yang menarik belum tentu penting dan berguna pagi penonton televisi.“Sekarang ini ada beberapa hal yang memicu media untuk melakukan  provokasi di televisi antara lain  bisnis, ekonomi, dan politik,” kata Contina, “Nah kalau stasiun televisi itu mengejar rating, karena mereka tujuan utamanya adalah untuk meraih iklan,”.

pada seminar kedua dengan pembicara Samaria Simanjuntak mengatakan “Kenapa saya menjadi sutradara, padahal saya lulusan jurusan Arsitektur  ITB (Insitut Teknologi Bandung) mungkin salah satunya karena banyak baca Alkitab terus jadi sutradara. Selain itu  menurut saya, apa yang ada di dalam Alkitab itu kan sebagian besar kisah (story) dan menjadi seorang sutradara layaknya menjadi seorang storyteller(wiracarita) seperti Yesus,”. “Saya percaya dengan  agenda dan angan-angan pribadi setiap orang, dan kita yang ada disini masing-masing percaya kalau menjadi arsitek sebenarnya pekerjaan yang bagus dengan masa depan cerah. Tetapi saat ditanya mau bikin bangunan apa, saya ikut bos aja, (Sedangkan bila menjadi sutradara, red) kalau ditanya saya siap bikin film apa, saya bisa seharian nggak berhenti ngomong tentang film,” lanjut dia.

FSP_5664

sedangkan pembicara ketiga adalah aktor dan presenter Andy Otniel, 35 tahun, berbagi kisah sukses perjuangannya dahulu sebelum menjadi pekerja di dunia hiburan dan selebriti. Andy menyebut bahwa rancangan Tuhan sungguh baik. Banyak peristiwa-peristiwa di dalam hidupnya berbuah kesuksesan karena dia dengan sabar menanti baiknya Rancangan Tuhan, walau keadaan keluarganya tidak lengkap.

“Keadaan keluarga saya tidak lengkap. Sewaktu muda saya pernah tidak punya cita-cita dan impian karena saya tidak punya figur seorang ayah. Tetapi saya bersyukur memiliki Tuhan Yesus yang teramat baik,” kata Andy di hadapan para peserta seminar danworkshop bertajuk Innovative Through Media with Passion  and Action, yang digelar di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta Timur, Jumat (27/3).

“Saya selalu berpatokan pada Firman Tuhan yang berkata  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11). Saya selalu menunggu-nunggu hadirnya Firman Tuhan itu,”  kata Andy.

Dan pada hari kedua, workshop ini di mulai dengan Johanes Octavianus dari Christian Vision Indonesia sebagai pembicara pertama salah satu alasan yang menurut dia sangat mendasar dari sebuah lembaga Kristen atau gereja mendirikan sebuah website atau fan page resmi di facebook adalah Matius 28: 19-20 yang berkata, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah  mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,  dan ajarlah  mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu  senantiasa sampai kepada akhir zaman.  (Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia).

Sesuai dengan kutipan Matius 18:19-20  Johanes menjelaskan dia tidak ingin memberi kesan bahwa media Kristen hanya layak ditonton umat Kristen dan Katolik, namun umat beragama apa pun dapat menonton media Kristen dan mengetahui tentang kasih.“Kemarin (seminar hari pertama) teman-teman menyimak bahwa apa yang ada dalam media sebenarnya menjadi sebuah kekuatan yang baik dan dapat membuat sebuah visi dunia yang baru,” Johanes menyebut pada masa muda dia hanya berpikir kalau bisa menjadi berkat itu baik, tetapi dia kemudian berintrospeksi seiring bertambah usia. “Anda semua yang hadir saat ini beruntung lahir di zaman dimana teknologi menjadi nomor satu karena dengan memposting hal-hal yang positif dan bermanfaat  kamu bisa menjadi berkat bagi banyak orang,” kata Johanes.

Johanes menyebut bahwa media adalah alat yang paling powerful dan indah untuk menguasai  dunia  oleh karena itu dia berpesan kepada para peserta seminar. “Kalau teman-teman sering bikin film, terus postingan lainnya yang sering dimuat ke medsos(media sosial),  tujuannya adalah reachout (menjangkau) banyak pihak, karena itu  website Anda jangan hanya menjangkau gereja Anda,”. Johanes mengemukakan apabila ada banyak anggapan dari orangtua bahwa media sosial dewasa ini menggambarkan sesuatu yang buruk,  generasi muda saat ini harus berani mengubah stigma tersebut dengan memposting sesuatu hal yang bermanfaat bagi banyak orang dan memuliakan Tuhan.  “Kenapa internet berpengaruh sangat luar biasa? Sekarang setiap hari bangun pagi kita bukan doa pagi, tetapi kita langsung update status di twitter, facebook, atau path.Artinya ketika internet benar-benar merajai, dan internet membuat kita menjadi egosentris, atau bisa kita katakan it’s all about me, maka keadaannya bahaya,” tutup dia.

Pembicara kedua dihari kedua ini adalah Andy Korinto, pendiri pabrikan baju bertema spiritual, Messenjah Clothing, menyebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang terbiasa disapa Ahok sebagai sosok yang sukses menyampaikan isi Alkitab dan mudah dipahami ke banyak orang bahkan yang non Kristen. “Buat saya Ahok itu ngomong (berbicara) tentang Injil di hadapan banyak orang yang tidak Kristen tetapi semua orang bisa terima,” kata Andy di hadapan para peserta Seminar dan Workshop bertajuk Innovative Through Media with Passion and Action,yang digelar di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta Timur, Sabtu (28/3).

FSP_5686

Andy menjelaskan tentang Basuki Tjahaja Purnama dalam kaitannya dengan kecerdasan seseorang dalam menggunakan media, termasuk mengetahui publik (audience) yang menyimak pembicaraan orang nomor satu di Jakarta tersebut. Messenjah Clothing yang berpusat di Yogyakarta membuat kaos khusus tentang Basuki Tjahaja Purnama. Andy menjelaskan bahwa kaos tersebut dibuatnya bersama teman-temannya melihat gencarnya pemberitaan di berbagai media saat ini tentang perseteruan Basuki Tjahaja Purnama dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DKI Jakarta. Andy menceritakan alasan tersebut sambil menunjukkan kaos tersebut ke arah peserta seminar, kaos tersebut berwarna putih cerah dan ada tulisan ‘Jangan kebenaran punah di negeri ini #SaveAhok’ . “Saya yang dari Yogya aja support (mendukung), makanya kalau kalian yang di Jakarta sampai nggak support saudara seperjuangan kalian yang sedang memberitakan ‘kabar baik’ kok rasanya kasihan sekali,” kata Andy sembari bercanda.

Andy menjelaskan bahwa kaos yang dia desain bersama rekan-rekannya di Messenjah Clothing sesungguhnya merupakan media untuk berekspresi. Menurut Andy, media tidak harus selalu berarti audio visual atau tertulis di dalam dunia online, maupun cetak tetapi dapat berupa pesan-pesan positif lewat baju dan kaos yang dikenakan. Seminar ini akhirnya di akhiri dengan harapan dengan adanya seminar dan workshop ini bisa menambah wawasan serta keinginan mahasiswa untuk lebih maju dan lebih kreatif lagi di masa depan.

 sumber: www.satuharapan.com