Seminar Internasional, ASEAN Integration

Badan Perwakilan Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia menggelar Seminar Internasional dengan tema “ASEAN Integration”. Seminar digelar di Auditorium Graha William Soeryadjaya, Kampus UKI Cawang (28/03).

Seminar dihadiri Wakil Rektor UKI, Dr. Wilson Rajagukguk, M.Si., MA, Dekan Fakultas Hukum UKI, Hulman Panjaitan, S.H., M.H, Dosen dan Mahasiswa Fakultas Hukum UKI. Bertindak sebagai moderator dalam seminar ini ia.lah Dr. Manotar Tampubolon, S.H., MA., M.H dan Edward Panjaitan, S.H., LLM.

Wakil Rektor, Dr. Wilson Rajagukguk, M.Si., MA, mengingatkan, “ Pertukaran pelajar kerap dilakukan oleh sesama negara ASEAN untuk mempelajari budaya masing-masing negara. Topik ASEAN penting bagi mahasiswa karena melalui seminar Internasional, mahasiswa dapat menambah pengetahuan dan kesempatan untuk melakukan pertukaran pelajar.”

Peneliti Senior LIPI, Dr. CPF Luhulima menjelaskan pembandingan Uni Eropa dan ASEAN. “Baik Uni Eropa maupun ASEAN dibentuk dari hasil rekonsiliasi dan keduanya memiliki tujuan untuk mengintegrasikan negara di kawasan sebagai upaya menstabilkan kehidupan nasional dan regional, “ ungkap Alumni Universitas Kristen Indonesia ini.

Uni Eropa dan ASEAN akan terus mengembangkan kerjasama strategis, termasuk memperbaharui isu-isu kerjasama politik dan ketahanan nasional. Hal ini dalam rangka mencapai kemakmuran, kedamaian dan stabilitas warga negara Uni Eropa dan ASEAN. Kerjasama Uni Eropa dan ASEAN terdiri dari 4 dimensi yaitu kerjasama politik dan ketahanan, kerjasama ekonomi, kerjasama sosial budaya dan dialog kebijakan multi sektor.  

Secretary For The Directorate General of ASEAN Cooperation, Vedi Kurnia Buana, SIP., M.Si memaparkan bahwa Indonesia merupakan negara penting dalam ASEAN. Pemerintah Indonesia turut mensosialisasikan  ASEAN  pada Modul Pengajaran tingkat SD, SMP dan SMA. Dan tentu saja mengembangkan Pusat Studi ASEAN di Universitas.

Senior Advisor Human Rights Working Group – Indonesia, Rafendi Djamin, menjelaskan salah satu fokus perhatian ASEAN ialah Hak Asasi Manusia. ASEAN Committee on Migrant Workers, melindungi hak-hak pekerja migran agar terlindungi dari eksploitasi, memperkuat kerjasama regional untuk menghindari perdagangan manusia di ASEAN.

“ASEAN melindungi Hak Asasi Manusia dan keadilan sosial untuk memastikan masyarakat hidup dalam damai, harmoni dan kemakmuran, “ tambah Rafendi Djamin.

Permanent Representative of Thailand to ASEAN, H.E Phasporn Sangsubana turut mengingatkan, “ Negara-negara anggota ASEAN haruslah berintegrasi dalam segala aspek. Kita dapat mengharmonisasikan hukum dan peraturan untuk kesejahteraan masyarakat.”

Wakil Rektor UKI, Dr. Wilson Rajagukguk, M.Si., MA memberikan plakat kepada Duta Besar Uni Eropa, H.E Francisco Fontan Pardo

Pembicara lainnya dalam Seminar Internasional ini ialah Director of Community Affairs, ASEAN Secretariat, H.E Lee Yoong Yoong dan Duta Besar Uni Eropa, H.E Francisco Fontan Pardo.

Seminar Internasional ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai Universitas di antaranya Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma dan Universitas Veteran Jakarta.